Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Education

Mengenal Pendiri Husnul Khotimah

(Refleksi 27 Tahun Husnul Khotimah Kuningan)

KUNINGAN (MASS) – Pondok Pesantren Husnul Khotimah (PPHK) berdiri pada tanggal 2 Mei 1994, terletak di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, identik dengan tokoh pendirinya yaitu KH Sahal Suhana SH.

Kiai Sahal adalah pendiri Pondok Pesantren (pontren) terbesar di Jawa Barat, yaitu Pontren Husnul Khotimah (HK) dan Pontren al-Multazam (AM). Beliau pula yang telah berhasil ‘Menyulap Hutan Menjadi Pesantren’ karena perjuangan beliau dalam membangun Pontren HK dan Pontren AM yang pada awalnya adalah hutan bambu.

Sahal Suhana adalah putra keenam dari pasangan H Atma Perwata (alm) dan Hj Rusih (almh), lahir pada tanggal 11 Juni 1954 di Desa Sukaimut Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan.

Sebagaimana umumnya masyarakat di Kuningan Jawa Barat pada saat itu, setamat SMA tahun 1973, Sahal muda hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib.

Karena ketekunan dan keuletannya, pada tahun 1975 Sahal Suhana lulus seleksi dan diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemda DKI dan ditugaskan di Dinas Tata Kota DKI Jakarta sebagai Staf Seksi Pengukuran Tanah.

Sebagai orang yang memiliki semangat kuat untuk pengembangan diri, pada tahun 1988 Sahal muda berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan SI di Fakultas Hukum Jurusan Pidana Universitas Islam Djakarta (UID).

Setelah itu, karir Sahal terus meningkat tajam. Tahun 1991-1995 diangkat menjadi Sekretaris Kepala Dinas Tata Kota DKI, lalu 1995-1996 sebagai Kepala Seksi Keuangan Dinas Tata Kota DKI, tahun 1997-1999 sebagai Kepala Marketing PD Pembangunan Sarana Jaya DKI.

Pada tahun 1999 Sahal Suhana tertarik dengan dakwah politik, sehingga ia rela melepaskan statusnya sebagai PNS untuk memperjuangkan rakyat Kuningan melalui partai politik. Hingga akhirnya Sahal Suhana bergabung dengan Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera) dan menjadi Anggota Legislatif DPRD II Kuningan periode 1999-2004.

Kiprah perjuangannya sangat dirasakan oleh banyak kalangan, ide serta gagasannya yang cemerlang selalu menjadi inspirasi banyak orang, mulai dari rakyat biasa hingga pejabat.

Semasa hidupnya, Sahal Suhana mendermakan jiwa dan hartanya untuk kepentingan umat. Selain mendirikan dua Pontren besar Husnul Khotimah dan al-Multazam, beliau juga membebaskan tanah di daerah Maleber Kuningan untuk dijadikan Pesantren Tahfidz Alquran bekerjasama dengan PCNU (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Kuningan, dan menginfakkan hartanya untuk kaum dhuafa dan anak yatim hingga menggagas berdirinya Yayasan Peduli Anak Yatim dan Dhuafa Kuningan (YPAYDK).

YPAYDK merupakan lembaga sosial, selain peduli terhadap kaum dhuafa, juga fokus membina dan mengarahkan anak-anak yatim agar menjadi pemimpin umat, penghafal Alquran, politikus, ekonom, dan bidang lain yang dibutuhkan oleh masyarakat. Anak-anak yatim yang memiliki potensi diberikan beasiswa pendidikan dari SMA hingga perguruan tinggi.

Kini Pontren Husnul Khotimah dan Pontren al-Multazam telah berkembang pesat menjadi pesantren bertaraf nasional yang alumninya tersebar di berbagai perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri, dan telah memiliki cabang di Desa Pancalang untuk HK-2 dan Desa Linggarjati untuk AM-2.

Sebagai pemimpin yang visioner, di antara wasiat KH Sahal Suhana yang dituangkan dalam grand desain 50 tahun Husnul Khotimah. Antara lain, mewujudkan Pontren Husnul Khotimah sebagai pesantren internasional dengan 4 cabang, Universitas Islam Husnul Khotimah bertaraf nasional, Rumah Sakit Islam terkemuka di Jawa Barat, dan memiliki badan usaha yang dapat menopang operasional lembaga.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dan atas kegigihannya dalam berdakwah melalui pendidikan, pada peringatan Hari Jadi ke-517 Kuningan, KH Sahal Suhana dinobatkan sebagai Bapak Tokoh Pendidikan, dan menerima piagam penghargaan Kuningan Award 2015 dari Bupati Kuningan.

Penghargaan itu layak diberikan kepadanya, karena Sahal Suhana merupakan sosok yang bisa menangkap kemajuan zaman hingga akhirnya berinisiatif untuk merintis berdirinya lembaga pendidikan yang menanamkan pondasi kuat generasi penerus bangsa.

Sungguh, KH Sahal Suhana SH adalah sosok panutan, pemimpin visioner, sebagai ayah yang penyayang, teman yang menyenangkan, dan guru yang mengayomi. Kini, meski beliau telah menghadap kepada Sang Pencipta, namun perjuangan dakwahnya melalui pendidikan pesantren terus dilanjutkan dan kembangkan oleh penerusnya.

Selamat milad Yayasan dan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan yang ke 27 tahun, semoga semakin produktif melahirkan anak bangsa yang berakhlak mulia, bermental juara dan siap berkontribusi untuk negeri. Amin.

Penulis : KH. Imam Nur Suharno, M.Pd.I.

Kepala Divisi HRD dan Personalia Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Education

KUNINGAN (MASS) – Milad ke 26 Husnul Khotimah yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, diperingati secara sederhana. Pengurus yayasan berziarah kubur ke...

Advertisement