Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Lifestyle

Mengenal Lipstik, Leadis Scooter Vespa ti Kuningan

KUNINGAN (MASS) – Dua orang ini adalah bagian dari Lipstik, Leadis Scooter Vespa ti Kuningan.

Maya (kacamata, red) merupakan sang ketua dari 4 anggota lainnya. Sedangkan Pila merupakan anggota seperti yang lainnya.

Keduanya tentu menjadi bagian dari ikon perempuan pecinta motor klasik Vespa, di Kuningan.

Sekilas, tampilannya sama seperti perempuan pada umumnya. Keduanya sangat peduli dengan penampilan, make up, dan kecantikan.

Hal yang mungkin jarang disematkan pada anak yang ‘identik dengan jalanan’ itu.

Baik Maya maupun Pila, keduanya orang yang asyik saat diajak bicara. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, barulah kuninganmass.com tahu, bahwa mencintai otomotif, tidak pandang jenis kelamin.

“Udah seneng dari SMP, sekarang saya kuliah. Jadi 7 tahunan mungkin ya,” jawab Maya, saat ditanyai sejak kapan menyukai otomotif, beberapa waktu lalu.

Meski pada awalnya pihak keluarga banyak yang terkejut, lama-lama akhirnya memaklumi juga. Apalagi, hingga kini semua serba positif.

“Tentu ya, aneh. Apalagi cewek kenapa hobi Vespa. Tapi lama-lama kan ngerti juga. Apalagi di Vespa tuh, solid banget,” tuturnya menambahkan.

Begitu pun dengan Pila. Perempuan yang kini berkuliah di Cirebon itu juga mengalami hal yang sama. Apalagi, motor Vespa, termasuk motor tua yang sering mogok.

“Sering a.. Itu di lampu merah Cirendang juga sering. Tapi ya namanya sayang, ya gimana. Lagian gak malu kali a, kalo naek Vespa mogok mah. Udah biasa, pasti ada juga yang bantuin,” jelasnya panjang lebar.

Keduanya menceritakan pengalaman secara bergantian. Sebagai komunitas, mereka mengaku hanya touring di sekitar pulau jawa saja.

Sebagian anggota sudah menikah. Tidak mungkin terlalu lama di jalanan.

Di setiap perjalanan, mereka memgaku tetap mempertahankan penampilan. Setiap istirahat, jika memungkinkan mereka mandi dan kembali bermake-up.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Perjalanan semata ditujukan memperluas pertemanan dan persaudaraan. Dan semua perjalanan, selalu berkesan.

“Dengan riwehnya, mogoknya, dan keseruan lainnya,” tutupnya (eki)

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Advertisement