KUNINGAN (MASS) – Dari 10 besar nama yang lolos seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan, ada nama yang cukup mencolok karena sampai saat ini masih jadi kepala dinas.
Adalah senior di eselon 2, Asep Budi Setiawan, yang sampai sekarang masih menduduki jabatan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan.
Manggungnya Asep Budi jadi calon BAZNAS Kuningan, membuat sebagian pihak bertanya. Apakah ini perintah Bupati, atau justru tidak diketahui.
Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar tidak pernah mengatakan memberi perintah. Namun saat ditanya tentang Asep Budi tersebut, Dian menjawab normatif.
“(Bilang dulu ke pimpinan pak?) Izin ke kita,” jelas Dian, Selasa (10/2/2026) kemarin, sembari mengatakan secara administratif memang dibolehkan, juga yang bersangkutan akan masuk masa pensiun.
Ditanya apakah Asep Budi adalah sosok “kuat” bagi Dian, ia tidak menjawab. Yang pasti kata Dian, dari 19 kandidat, kini sudah ada 10 nama yang nantinya akan diserahkan ke BAZNAS Pusat.
Terpisah, Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS, Toni Kusumanto AP M Si, menjelaskan memang ada aturan khusus bagi kandidat yang berasal dari ASN.
“Jika nanti terpilih sebagai komisioner, cuti di luar tanggungan negara (CLTN). Dia tetap menjadi ASN kalaupun masih lama misalnya, tapi ketika menjadi komisioner, dia akan secara penuh menjadi komisioner BAZNAS,” jawabnya, Selasa (10/2/2026)
Ditanya apakah yang bersangkutan harus segera pensiun, ternyata tidak. Apalagi jika nanti tidak terpilih sebagai 5 pimpinan (hanya jadi cadangan), tidak ada kewajiban mundur atau CLTN dari ASN.
Selain untuk ASN, profesi lainnya yang diberi tunjangan negara juga tak diperkenankan. Dosen atau pengajar yang mendapat sertifikasi dari negara, tak akan dapat tunjangan selama menjadi komisioner.
“(Kalo untuk kegiatan mengajarnya?) Idealnya dia penuh waktu di BAZNAS, tapi barangkali terikat kontrak dengan yayasan (untuk dosen/pengajar seasta), ya asal bisa mengatur waktu, tapi hak dari negaranya gak boleh dapet,” paparnya.
Selain ASN dan dosen, sisa kandidat lain yang lolos seleksi berasal dari wirausahawan dan pensiunan. Toni mengaku, proses seleksi ini ditargetkan selesai dan diumumkan sesuai akhir masa jabatan pimpinan yang sekarang yakni Maret 2026. Tapi itu semua tergantung proses assesmen di BAZNAS Pusat.
Di akhir, Toni ditanya apakah penentuan pimpinan BASNAS Kuningan juga dipengaruhi rekomendasi ormas keagamaan, Toni menegaskan itu tidak berkaitan. Namun sah-sah saja sebagai bahan masukan. (eki)








