KUNINGAN (MASS) – Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan menggelar malam puncak peringatan Milad ke-36 pada Minggu (30/8/2026) kemarin. Setelah melalui berbagai rangkaian kegiatan, malam puncak menjadi momentum syukur, silaturahmi, sekaligus refleksi atas perjalanan panjang pesantren dalam mengemban amanah pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada umat.
Rangkaian acara puncak telah dimulai sejak pagi dengan registrasi alumni, kemudian dilanjutkan dengan Sarasehan Alumni. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat kembali hubungan para alumni dengan almamater Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan.
Memasuki siang hingga sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan registrasi wali santri, simpatisan, dan tamu undangan. Kehadiran berbagai unsur keluarga besar Nurul Huda semakin menambah hangat suasana Milad ke-36 yang menjadi momentum pertemuan lintas generasi.
Rangkaian sore kemudian dilanjutkan dengan Sholat Ashar dan Ziarah Maqbarah. Dalam suasana khidmat, keluarga besar pesantren memanjatkan doa sekaligus mengenang jasa para pendiri, dewan kyai, serta keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan yang telah lebih dahulu berpulang.
Selepas rangkaian sore dan waktu istirahat, kegiatan berlanjut ke acara inti malam puncak Milad ke-36. Keluarga besar pesantren, santri, alumni, wali santri, simpatisan, serta tamu undangan mengikuti rangkaian acara dalam suasana penuh kebersamaan.
Acara inti malam puncak diawali dengan pembukaan dan tawasul, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, dan Mars Nurul Huda.
Suasana malam puncak semakin semarak dengan sejumlah persembahan nasyid dari Hudaya Voice. Penampilan tersebut menghadirkan nuansa religius sekaligus menjadi hiburan yang berkesan bagi seluruh hadirin.
Rangkaian malam juga diisi dengan penyerahan piala kepada para juara perlombaan antarpondok yang sebelumnya digelar dalam rangka memeriahkan Milad ke-36. Selain itu, para hadirin mendapatkan nasihat dari Dewan Kyai, yang menjadi bagian penting dalam meneguhkan kembali nilai perjuangan, pengabdian, dan kebersamaan keluarga besar Nurul Huda.
“Peringatan Milad tahun ini menjadi momentum penting untuk melihat kembali perjalanan 36 tahun Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan. Sebuah perjalanan yang dibangun melalui perjuangan, ketulusan, pengorbanan, serta komitmen para pendahulu dalam meletakkan fondasi pendidikan dan dakwah yang terus dijaga hingga hari ini,” kata pendiri pondok, Buya KH Abdul Syukur.

Sebelum mencapai malam puncak, Milad ke-36 juga telah disemarakkan dengan sejumlah kegiatan, antara lain Liga Santri Mini Soccer U-15, Voli Santri Putri, Turnamen Catur Pimpinan Pondok, Jalan Santai Keluarga Besar Nurul Huda, serta berbagai kegiatan kebersamaan lainnya. Seluruh rangkaian tersebut menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan di lingkungan Nurul Huda.
“Merawat Pesan Kyai” Hadirkan Kembali Jejak Perjuangan
Setelah rangkaian acara inti dan doa bersama, malam puncak ditutup dengan persembahan istimewa berupa drama kolosal Teater Milad bertajuk “Merawat Pesan Kyai”, yang dimainkan oleh para santri Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan.
Teater tersebut menghadirkan kembali perjalanan Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan sejak awal berdiri hingga perkembangannya saat ini. Melalui alur cerita yang sarat makna, para penonton diajak menelusuri kembali bagaimana perjuangan para pendahulu membangun, menjaga, dan mengembangkan pesantren hingga mampu melewati perjalanan selama 36 tahun.
Teater tersebut juga mengangkat nilai perjuangan, keteladanan, pengorbanan, serta pesan-pesan para kyai yang menjadi bagian penting dalam perjalanan pesantren.
Penampilan para pemeran yang penuh penghayatan, didukung tata panggung, pencahayaan, audio-visual, serta suasana pertunjukan yang dibangun secara apik membuat “Merawat Pesan Kyai” menjadi persembahan luar biasa sekaligus penutup yang penuh kesan dalam malam puncak Milad ke-36.
Pertunjukan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan penutup. Lebih dari itu, “Merawat Pesan Kyai” membawa pesan tentang pentingnya menjaga warisan perjuangan, merawat nilai-nilai yang telah ditanamkan para kyai, serta meneruskan amanah tersebut kepada generasi selanjutnya.
Melalui pementasan itu pula, perjalanan sejarah Nurul Huda seolah dihadirkan kembali di hadapan para santri, alumni, wali santri, dan seluruh keluarga besar pesantren. Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi menjadi pijakan untuk terus melanjutkan perjuangan.
Peringatan Milad ke-36 pun menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan yang telah dilalui sekaligus meneguhkan kembali tekad keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan dalam menjaga amanah para pendahulu,” ujarnya.
Memasuki usia 36 tahun, Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan diharapkan terus istiqamah dalam menjalankan amanah pendidikan dan dakwah, melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlakul karimah, serta semakin luas memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Tiga puluh enam tahun bukan sekadar hitungan usia, melainkan jejak panjang sebuah pengabdian. Melalui malam puncak Milad ke-36, persembahan Hudaya Voice, nasihat para kyai, hingga teater “Merawat Pesan Kyai”, perjalanan itu kembali dihadirkan untuk dikenang, nilai-nilainya dirawat, amanahnya dijaga, dan perjuangannya diteruskan dari generasi ke generasi. (eki/AB)