Makna Usia 60 Tahun

KUNINGAN (MASS) – Misteri dan keajaiban hidup, semua diatur dan ditetapkan Allah SWT. Semua tata kelola kehidupan berjalan sesuai ketetapan-Nya. Apa pun itu, hidup hanya akan berujung pada dua hal husnul khotimah atau suu-ul khotimah.

Hanya karena kasih dan sayang-Nya, hidup seorang durjana bisa berakhir dengan husnul khotimah. Dan, hanya karena murka-Nya, seorang ahli ibadah bisa mengakhiri hidupnya dengan keadaan suu-ul khotimah. Na’udzubillah.

Berkaitan hal itu, Rasul SAW bersabda, “… Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. Kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (H.R.Bukhari).

Karena itu, waspadalah ketika usiaterusbertambah, apalagi ketika telah memasuki usia enam puluh tahun.Rasulullah SAW bersabda, “Allah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia enam puluh tahun.” (H.R.Bukhari).

Hadis di atas memberikan pelajaran berharga kepada kita,khususnyabagiyang usianya mendekati atau sudah tiba atau yang sudah lebih dari 60 tahun.Karena itu, tidak ada yangpantasuntuk dilakukan selain banyak istighfar, meningkatkan kualitas ibadah, dan konsentrasi penuh untuk mempersiapkan kehidupan akhirat.

Dikisahkan dalam kitabal-Hilyah, Fudhail bin Iyadh pernah bertemu dengan seseorang yang sudah tua. “Berapa usiamu?” tanya Fudhail. “60 tahun” jawab orang itu. “Engkau selama 60 tahun berjalan menuju Tuhanmu, dan sebentar lagi engkau akan sampai” tegas Fudhail.

“Inna lillahi wa inna Ilaihi raji’un.” orang itu keheranan. “Engkau paham makna kalimat itu? Engkau paham tafsirnya?” tanya Fudhail. “Tolong jelaskan tafsirnya?” orang tersebut balik bertanya.

“Engkau menyatakan:Inna lillah(kita milik Allah), artinya kita adalah hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya. Siapa yang yakin bahwa ia hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya, seharusnya menyadari bahwa dirinya akan berdiri di hadapan-Nya. Siapa yang meyakini hal ini, ia harus sadar bahwa ia akan ditanya. Siapa yang yakin akan hal ini, ia harus menyiapkan jawabannya.” jelas Fudhail.

“Bagaimana jalan keluarnya?” tanya orang itu kembali. “Caranya mudah.” tegas Fudhail. Kemudian Fudhail menyebutkan sebuah teori bertaubat. Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu diampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang akan datang. Jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu, kamu akan dihukum karena dosamu yang lalu dan yang akan datang.”

Pada hari kiamat, penghuni neraka berteriak-teriak meminta agar dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan ke dunia supaya bisa beramal kebajikan, tidak seperti amal kekufuran yang dahulu pernah dilakukan di dunia.

Dalam firman-Nya,“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh tidak seperti amalan yang telah kami kerjakan (kekufuran).” Dan apakah Kami telah memanjangkan usia kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorang penolongpun.” (Q.S.Fathir [35]: 37).

Karena itu, mumpung kita masih berada di dunia maka jangan menunggu sampai usiaenam puluhtahun baru beramal saleh. “

Dalam ayat lain, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (Q.S.Ali Imran [3]: 133). Maka, bersiaplah menjemput akhir hidup yanghusnul khotimah.

Penulis : Imam Nur Suharno

Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat