KUNINGAN (MASS) – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Semester 4F Universitas Muhammadiyah Kuningan, Hilmi Fikriansah, mengikuti program magang internasional di Darul Muhmin School (โรงเรียนดารุลมุอ์มิน), Thailand, yang berlangsung efektif mulai 21 Mei hingga 19 Juli 2026. Setelah kegiatan magang selesai, rombongan mahasiswa terlebih dahulu singgah di Kuala Lumpur, Malaysia pada 20 hingga 21 Juli 2026 sebagai persiapan kepulangan ke tanah air.
Program magang internasional ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa dalam memahami sistem pendidikan global sekaligus memperluas pengalaman pembelajaran di lingkungan sekolah luar negeri. Selama berada di Darul Muhmin School, Hilmi Fikriansah terlibat langsung dalam proses pembelajaran bahasa Inggris yang difokuskan pada penguatan vocabulary siswa melalui buku ajar yang digunakan di sekolah tersebut.
Pada kuninganmass.com, ia bercerita bahwa proses pembelajaran disana berlangsung aktif, komunikatif, dan menekankan keterlibatan siswa dalam memahami kosakata bahasa Inggris melalui praktik langsung dalam aktivitas sehari-hari. Pendekatan tersebut dinilainya efektif dalam membantu siswa memahami materi sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.
“Di sekolah ini terdapat dua kurikulum yang berjalan secara bersamaan, yaitu kurikulum utama yang setara dengan sistem pendidikan nasional negara setempat, serta kurikulum tambahan yang disebut Maktab. Kurikulum Maktab merupakan kurikulum yang berasal dari Arab dan pertama di terapkan di South Afrika, dan pada akhirnya sampai di Bangkok,Thailand. Kurikulum Maktab ini berfokus pada penguatan nilai-nilai keislaman berbasis Al-Qur’an dan Hadis,” ceritanya, Sabtu (27/6/2026).
Dalam implementasinya, kata Hilmi, kurikulum Maktab tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan pembiasaan kehidupan islami dalam keseharian siswa. Berbagai aktivitas yang dilakukan di dalamnya meliputi pembelajaran Al-Qur’an dan Hadist, pembiasaan ibadah, serta keterampilan hidup seperti memasak, mencuci pakaian, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, hingga penanaman hidroponik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kuningan, akunya, pengalaman ini memberikan wawasan baru mengenai model pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga penguatan karakter dan nilai keislaman secara menyeluruh. Hilmi Fikriansah menilai bahwa sistem pembelajaran di Darul Muhmin School memberikan inspirasi tentang pentingnya pembelajaran yang aktif, kontekstual, serta berbasis praktik langsung.
“Pengalaman magang internasional ini memberikan banyak pelajaran berharga, terutama bagaimana pendidikan dapat mengintegrasikan aspek akademik, karakter, dan nilai keislaman secara seimbang. Pendekatan pembelajaran yang aktif dan berbasis praktik menjadi inspirasi bagi saya sebagai calon guru sekolah dasar untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna di masa depan,” ujar Hilmi Fikriansah.
Baginya, melalui program ini menjadi pengalaman strategisuntuk meningkatkan kompetensi pedagogik, memperluas wawasan pendidikan global, serta memperkaya perspektif dalam pengembangan pendidikan dasar di Indonesia. (eki)