KUNINGAN (MASS) – Di tengah maraknya penggunaan media sosial dan budaya konsumsi konten digital yang semakin dominan, sekelompok mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan memilih mengambil langkah berbeda. Mereka membangun Komunitas Baca “Ruang Baca” sebagai upaya menghidupkan kembali budaya literasi di kalangan remaja.
Inisiatif yang digagas mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya minat baca generasi muda. Berdasarkan hasil observasi yang mereka lakukan di sejumlah desa di Kabupaten Kuningan, banyak remaja yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan membaca buku.
“Kami melihat anak-anak muda sekarang sangat dekat dengan media sosial, tetapi semakin jauh dari buku. Karena itu kami ingin menghadirkan ruang yang nyaman untuk membaca, berdiskusi, dan bertukar gagasan,” ujar Hanief Nurmaulana Azhar, Senin (15/6/2026) yang merupakan relawan komunitas ruang baca.
Melalui Komunitas tersebut, para mahasiswa membuka lapak baca gratis setiap Sabtu pagi di Taman Pandapa Kuningan. Berbagai jenis buku disediakan untuk masyarakat, mulai dari novel, komik edukasi, buku motivasi, hingga literatur keislaman.
Tidak hanya menyediakan akses bacaan, komunitas ini juga merancang berbagai kegiatan pendukung seperti bedah buku, latihan menulis cerpen, hingga diskusi film yang diadaptasi dari novel.
Hanief berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus membangun keberanian generasi muda dalam menyampaikan gagasan.
“Literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca. Anak muda juga perlu memahami isi bacaan, menganalisis informasi, dan mampu menyampaikan pandangannya secara kritis,” tuturnya.
Fakultas Ilmu Keguruan (FIK) Unisa Kuningan turut mengapresiasi langkah para mahasiswa, kata Hanief. Menurutnya, pihak fakultas menilai kegiatan ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran komunitas ini juga mendapat sambutan positif dari kalangan pelajar. Salah satu siswi SMK di Kuningan, Amel (17) mengaku merasa terbantu dengan adanya wadah literasi yang terbuka bagi siapa saja.
“Saya memang suka membaca, tetapi sebelumnya belum menemukan komunitasnya. Sekarang ada tempat baca buku gratis dan diskusinya juga menyenangkan. Jadi semakin semangat untuk membaca,” katanya.
Menurut Hanief, saat ini Komunitas Ruang Baca membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi sebagai relawan maupun mendonasikan buku bacaan.
Melalui gerakan sederhana tersebut, para mahasiswa berharap mampu menjembatani kembali hubungan antara generasi muda dan buku.
“Membaca bukan hanya aktivitas memperoleh informasi, melainkan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan peradaban yang lebih maju,” pungkasnya. (didin)