KUNINGAN (MASS)- Pada hari Minggu, selain lahan TNGC yang terbakar, juga ada dua kejadian kebakaran lainnya di kota kuda. Satu pabrik pengolahna kayu atau panglong pada Minggu dini hari jam 03.00 WIB. Pabrik kayu yang terbakar itu milik Tisna (42) dengan ukuran total bangunan 45 x 20 = 900 m2.
Adapu bangunan yang terbakar adalah 12 x 6 = 72 M2 yang beralamat di Dusun puhun Rt 19 Rw 04 Desa Sindangbarang Kecamatan Jalaksana. Kronologis kejadian adalah sekitar jam 03.00 wib warga setempat yg bernama Isrodi (37) yang kebetulan tempat tinggalnya dekat dengan lokasi kebakaran melihat api sudah membesar yang mhncul dari sebelah utara.
Kemudian pada pukul 03.10 wib melaporke kantor UPT Damkar Satpol Pp kab.kuningan (0232 871113). 2 Randis Damkar dan 8 anggota meluncur ke TKP, karena besarnya api dan berada dilokasi padat penduduk, Damkar tiba di TKP Pkl 03.18 wib .
Dibantu warga sekitar api berhasil dipadamkan dan tidak menjalar ke bangunan lainnya pada pukul 06.05 wib ( +-2 jam 15 menit). Penyebab kebakaran di duga dari adanya warga yang mebakar sampah/di samping bangunan pabrik.
Semenatra taksiran kerugian Rp 69,6 juta. Dengan rincin abangunan : ukuran 72 M2 x @ Rp 300.000/ M2 = Rp21,6 juta , 1 set mesin pemotongan kayu Rp35 juta, bahan kayu 650 batang x @Rp. 20.000/Batang = Rp 13 juta.
Sementara kejadian kedua adalah pada jam 20.00 wib dimana ada kebakaran lahan dengan luas 535 M2 milik Sahuli (60) yang beralamat di Dusun Puhun Blok Indang Rt 007 Rw 002 Desa Ragawacana Kecamatan Kramatmulya. Adapun kronologis kejadian sekitar pukul 20.00 WIB terlihat kepulan asap dan kobaran api dilahan milik Sahuli.
Kemudian sekitar pukul 20.10 kepala Desa Ragawacana Sutini 48 th. Melaporkan kejadian kebakaran ke Kantor UPT Damkar Satpol PP. 1 randis damkar dan 5 orang anggota meluncur ke TKP, tiba pkl 20.22 wib ( +-12 menit).
Besarnya api dan dekatnya lokasi kebakaran lahan dikhawatirkan akan merambat ke pemukiman warga yang berada di sebelah selatan. Dibantu warga sekitar api berhasil dipadamkan pkl 21.35 wib.( +- 1 jam). Penyebab kebakaran diduga dari adanya warga yang melakukan pembakaran sampah, kemudian dibiarkan dan merambat ke lahan.
“Saya kembali tegaskan kepada seluruh warga jangan melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran, yang bisa mengganggu ketertiban dan ketentraman umum. Perlu dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku, agar ada efek jera,” ujar Plt UPT Damkar Satpol PP Kuningan MH Khadafi Mufti SPd MSi. (agus)
