KEREN, Puluhan Santri Putri Ikuti Turnamen Voli Antar Pondok, Tetap Baju Syar’i

KUNINGAN (MASS) – Turnamen Voli Santri Putri antar Pondok Pesantren se-Kabupaten Kuningan berlangsung penuh antusias dari para peserta. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-36 Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan tersebut dilaksanakan selama dua hari dan diikuti sejumlah tim dari pondok pesantren di Kabupaten Kuningan.

Sejak pertandingan dimulai, suasana kompetisi terasa begitu hidup. Kejar-mengejar poin, kekompakan antarpemain, hingga dukungan dari masing-masing tim membuat sejumlah laga berlangsung sengit dan menegangkan. Meski demikian, seluruh peserta tetap mengedepankan sportivitas, persaudaraan, dan semangat silaturahmi.

Menjadi ciri khas dalam turnamen ini, pertandingan berlangsung tetap dalam balutan syar’i. Para santri putri tetap dapat menunjukkan kemampuan di lapangan dengan menggunakan pakaian olahraga yang sopan dan sesuai dengan nilai-nilai kepesantrenan.

Meski baru pertama kali diselenggarakan, antusiasme peserta cukup tinggi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsantri dan antarpondok pesantren di Kabupaten Kuningan.

Dewan Nyai sekaligus Pembina Voli Putri Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan, Ny. Hj Sarah Nurhayati Lc MPd secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus selamat bertanding kepada seluruh tim yang telah hadir dan berpartisipasi.

“Selamat datang kepada seluruh peserta Turnamen Voli Santri Putri Antarpondok Pesantren. Selamat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, persaudaraan, serta menjaga adab dan nilai-nilai kesantrian,” ujarnya. Jumat (21/8/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas antusiasme seluruh tim yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan perdana turnamen voli santri putri tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dan bangga kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi. Walaupun baru pertama kali diselenggarakan, semangat dan antusiasmenya sangat luar biasa. Mudah-mudahan pada tahun-tahun mendatang kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan semakin berkembang,” tuturnya.

Menurutnya, olahraga dapat menjadi salah satu sarana pembinaan santri, baik dalam membangun kedisiplinan, kekompakan, kepercayaan diri, maupun sportivitas. Pada saat yang sama, nilai-nilai pesantren tetap menjadi bagian penting yang harus dijaga, termasuk dalam cara berpakaian dan berinteraksi selama kegiatan berlangsung.

Turnamen ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa santri putri dapat aktif, sehat, berprestasi, dan kompetitif tanpa meninggalkan identitas serta nilai-nilai syar’i. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh dalam setiap kegiatan olahraga di lingkungan pesantren.

Melalui Turnamen Voli Santri Putri ini, masih kata Nyai Sarah, Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan berharap rangkaian Milad ke-36 tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi jalan untuk mempererat ukhuwah, membangun kebersamaan, serta membuka ruang positif bagi pengembangan minat dan bakat santri. (eki)