KUNINGAN (MASS) – Banyak yang unik di Car Free Day (CFD) terakhir sebelum masuk bulan Ramadhan, Minggu (23/2/2025). Salah satunya, penampilan pentas Angklung para siswa yang berasal dari sekolah Yos Sudarso Komplek Kuningan.
Siswa dari TK, SD sampai SMP Yos Sudarso itu, menampilkan pentas angklung di pusat keramaian pertokoan Siliwangi. Mereka nampak tetap memainkan angklung dengan gembira, ceria dan terampil meski ditonton banyak orang, entah itu yang sengaja datang melihat pentas ataupun karena tengah CFD.
Pentas angklung sendiri tidak hanya diikuti oleh para siswa, tapi juga para alumni, komite sekolah, dan didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.
Kepala SMP Yos Sudarso, Artauli Selma Tetty SS, mengatakan bahwa pementasan angklung ini bertujuan mengenalkan sekolah, khususnya eskul seni angklung.
Selain itu, pementasan angklung ini juga jadi cara Yos Sudarso, menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal, melestarikan budaya tradisional.
Bahkan, lebih jauh lagi, pementasan angklung diharapkan bisa jadi penanaman karakter. Melalui permainan Angklung ingin mengajarkan siswa Yos Sudarso karakter-karakter baik seperti mampu bekerja sama, saling bersinergi, dan berkoordinasi dengan teman-temannya agar tercipta harmoni dalam pertunjukan angklung.
“Syukur yang luar biasa kepada Tuhan YME, karena semesta mendukung dan pentas angklung berjalan dengan lancar serta semua pihak mampu bekerjasama demu mensukseskan pentas tersebut. Bangga bisa mengenalkan keunggulan sekolah Yos Sudarso ke khalayak umum dan puas karena anak anak tampil dengan maksimal,” ujarnya.
Dikatakannya, pentas Angklung tidak hanya sekadar pertunjukan musik, tapi juga sebuah perayaan akan kebersamaan. Ketika setiap pemain angklung memainkan alat musik mereka, rasa kebersamaan dan harmoni pun tercipta, menghangatkan hati semua yang hadir.
“Harmoni dalam setiap nada, angklung menyatukan kita lewat suara tradisi. Angklung mengajarkan kita tentang kebersamaan, setiap nada adalah bagian dari harmoni. Jadi, ayo tanamkan ke generasi muda supaya lebih mencintai kearifan lokal, karena banyak nilai moral dan upaya pembentukan karakter yang tertanam didalamnya,” ajaknya. (eki)
