Kekurangan Volume Capai Rp125 Juta, Ini Potret Bangunan yang Masuk Daftar Temuan BPK

KUNINGAN (MASS) – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penggunaan anggaran DAK di Kabupaten Kuningan tahun 2024-2025 kini tengah menjadi perbincangan hangat. Salah satu sekolah yang masuk dalam daftar pencatatan tersebut adalah SDN 1 Ciloa, Kecamatan Kramatmulya.

Sekolah ini diwajibkan melakukan pengembalian uang atau Tuntutan Ganti Rugi (TGR) akibat adanya kekurangan volume pada pekerjaan fisiknya. Angkanya tidak tanggung, lebih dari Rp 100 juta.

Berdasarkan data yang dirilis sebelumnya, proyek pembangunan di SDN 1 Ciloa memiliki nilai kontrak sebesar Rp1.177.310.000. Namun, dari hasil pemeriksaan lapangan oleh tim ahli, ditemukan adanya kekurangan volume pekerjaan yang nilainya cukup fantastis, yakni mencapai Rp125.273.047, – dan mengharuskan ganti rugi.

Guna mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai pengembalian dana tersebut, kuninganmass.com mendatangi langsung lokasi sekolah pada Senin (13/4/2026). Sayangnya, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Menurut keterangan para guru, kepala sekolah sedang menghadiri rapat di luar.

Para guru yang ditemui di lokasi mengaku tidak mengetahui secara mendalam mengenai proses audit maupun rincian teknis yang menjadi temuan BPK. Mereka menyatakan urusan pembangunan fisik merupakan ranah Komite dan Kepala Sekolah.

“Kami pribadi dan guru-guru kurang tahu hasil pemeriksaannya seperti apa. Kami tidak tahu-menahu soal kekurangan apa saja yang menjadi catatan BPK tersebut,” ungkap salah seorang guru saat berbincang dengan media.

Para guru menyarankan agar informasi detail ditanyakan kepada Komite Sekolah selaku tim pelaksana di lapangan. Mereka menyebut nama Pak Eman sebagai sosok yang lebih memahami seluk-beluk pengadaan material hingga pengerjaan bangunan. Selama ini, pihak komite yang merupakan perwakilan orang tua murid memang menjadi ujung tombak dalam mengurusi proses renovasi sekolah.

Para guru membenarkan sekolah mereka telah mengalami perubahan fisik yang signifikan. Proyek tersebut mencakup renovasi hampir seluruh ruang kelas. Bahkan, beberapa bagian bangunan lama kini telah dirombak total dan dinaikkan menjadi dua lantai, sementara bagian depan sekolah hanya mendapatkan renovasi ringan. (raqib)