Kekeringan Mulai Melanda Wilayah Timur Kuningan, Petani Khawatir Gagal Tanam

KUNINGAN(MASS) – Kekeringan mulai dirasakan di sejumlah wilayah timur Kabupaten Kuningan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan air bersih warga, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas pertanian.

Sejumlah rumah yang mengandalkan air tanah atau sumur dengan kedalaman kurang dari enam meter mulai mengalami kekeringan. Debit air terus menurun seiring minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Dampak serupa juga dirasakan para petani. Di Desa Cijagamulya, Kecamatan Ciawigebang, sebagian lahan pertanian yang biasanya ditanami padi hingga kini masih belum bisa diolah karena kekurangan sumber air.

Salah seorang petani, Rohmat, mengatakan banyak sawah yang belum ditanami. Menurutnya, petani masih menunggu ketersediaan air sebelum memulai musim tanam agar tidak mengalami gagal panen.

“Beberapa yang sudah lama panen, namun belum ditanami lagi karna takut tidak ada air nantinya,” tuturnya Senin (20/7/2026).

Rahmat menyebut wilayah selatan atau Kidul di desanya menjadi salah satu kawasan yang mulai terdampak kekeringan. Kondisi tersebut membuat para petani khawatir jika musim kemarau berlangsung lebih lama.

“Karena kita sawah tada hujan, jadi kalau sampai akhir bulan ini tidak ada hujan ya terpaksa mungkin kita tidak bisa mengolah lahan produktif ini,” tambahnya.

Meski ada sebagian lahan yang sudah ditanami, para petani masih dihantui ketidakpastian. Mereka khawatir tanaman padi tidak mampu bertahan hingga masa panen apabila pasokan air terus berkurang.

“Semoga pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menangani ini, penyediaan sumber air atau solusi irigasi dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (raqib)