Kebakaran Hanguskan Sekitar 20 Hektare Lahan di Kawasan TNGC

KUNINGAN (MASS) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kuningan saat musim kemarau. Kali ini, kebakaran melanda Blok Cirendang, jalur Tespong, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Minggu (16/8/2026) siang.

Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Kondisi hamparan ilalang yang kering ditambah hembusan angin membuat api dengan cepat merambat.

Kepala Desa Padabeunghar, Rukhiyat, mengatakan informasi kebakaran pertama kali diketahui oleh masyarakat yang tengah menjaga mata air Sipujangga. Mereka melihat kepulan asap dari arah Blok Cirendang.

“Ada masyarakat penjaga mata air Sipujangga yang melihat kepulan asap dari arah Blok Cirendang. Setelah menerima informasi itu, kami langsung berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, masyarakat peduli api, Paguyuban Siliwangi dan pihak TNGC,” kata Rukhiyat.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Rukhiyat bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Padabeunghar, masyarakat peduli api, Paguyuban Siliwangi dan pihak TNGC langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya. Petugas dan masyarakat juga membuat sekat bakar untuk menghambat pergerakan api agar tidak semakin meluas.

“Kami bersama-sama langsung ke lokasi dan melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu membuat sekat bakar agar api tidak semakin meluas,” ujarnya.

Rukhiyat menuturkan, lokasi kebakaran berada di dalam kawasan TNGC dan berbatasan langsung dengan permukiman warga Dusun Cirendang, Desa Padabeunghar. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api berpotensi bergerak menuju permukiman.

“Lokasinya memang berada di kawasan TNGC dan berbatasan langsung dengan permukiman masyarakat Dusun Cirendang. Karena itu, kami berupaya agar api bisa segera dikendalikan dan tidak merambat ke arah permukiman,” tuturnya.

Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Hamparan ilalang kering menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api mudah menjalar.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman. Rukhiyat menyebut dugaan sementara kebakaran dipicu ranting pohon kering yang terkena panas dan hembusan angin. Gesekan ranting tersebut diduga menimbulkan percikan api yang kemudian menyambar vegetasi kering di sekitarnya.

“Untuk penyebab pastinya masih perlu dipastikan. Dugaan sementara karena ranting-ranting kering terkena panas dan angin, kemudian terjadi gesekan yang menimbulkan percikan sehingga api menyambar ilalang kering,” jelasnya.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, luasnya area yang terbakar serta lokasi kebakaran yang berbatasan dengan permukiman membuat upaya pengendalian menjadi penting untuk mencegah api semakin meluas.

Rukhiyat mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. (didin)