Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Uncategorized

“Kami Belum Merdeka Pak”

KUNINGAN (MASS) – Sabtu tanggal 16 September 2017 udara sangat panas. Namun, pria muda itu tidak memperdulikannya. Semangat untuk bersilaturhmai dengan warga bisa mengalahkan rasa panas.

Padahal lokasi yang ditempuh kali ini sangat jauh dan berada di pelosok Kuningan tepatnya di Desa Cipakem Kecamatan Maleber. Pria muda itu adalah Yosa Octora Santono yang merupakan balon Bupati Kuningan dari Partai Demokrat.

Yah, begitulah Yosa. Dalam setahun terkahir ini kegiatannya terus menyerap aspirasi dari silaturahmi dengan warga.  Ia tak kenal lelah terus turun ke bawah.

Pada kunjungan ke Desa Cipakem ia diantar dengan beberapa tim pemenanganya.  Tiba lokasi sekitar pukul 12.00 WIB ia langsung menemui masyarakat.

Adapun titik pertama yang  dikunjungi adalah salah satu lembaga pendidikan tingkat pertama yang ada di Desa Cipakem yakni MTs Ma’arif NU Cipakem. Di sana A Yosa  panggilan akrab Yosa berdialog dengan para dewan guru dan pegawai.

Anak pertama dari H Amin dan Hj Yoyoh itu  juga menyempatkan diri untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa kebetulan sedang melakukan latihan pramuka. Ada pun pesan yang disampaikan adalah tentang pentingnya berpramuka dan berorganisasi serta dampaknya terhadap perkembangan wawasan siswa.

Sementara itu, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh pihak sekolah. Daris Fauzi yang mewakili para guru  menyampaikan banyak keluhanya terkait persoalan pendidikan.  Seperti halnya masalah minimnya sarana dan prasarana yang ada disekolah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Mungkin Pak Yosa sendiri bisa melihat bagaimana kondisi sekolah kami. Masih banyak kekurangan dalam segi fasilitas yang kami miliki. Alat bantu belajar pun masih terbatas,” ujar Fauzi.

Terlebih MTs Cipakem merupakan adalah sekolah swasta dimana anggaran pendidikan pun hanya bersumber dari dana BOS. Sedangkan kebutuhan sangat banyak dan yang bikin mirisnya karna sekolahnya berada dibawah naungan Kementrian Agama, sehingga sedikit sekali bahkan mungkin tidak ada sentuhan atau support dari pemerintah daerah.

“Padahal anak-anak yang dihasilkan untuk Kuningan. Seharusnya jangan ada dikotomi,” timpal  Ato Sugiarto yang juga sebagai guru.

MTs Cipakem sendiri merupakan lembaga pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh warga. Karena jarak yang jauh untuk ke sekolah lain sehingga sekolah ini jadi pilihan utama.

Setelah berdialog dengan praktisi pendidikan, Yosa kemudian melanjutkan berkunjung ke salah satu Ponpes yang masih ada di Cipakem Nurul Barokah. Di tempat itu Yosa langsung disambut oleh pimpinan Ponpes Kyai Ahmad Syuhada SPd.

Dalam obrolanya  kyai menyampaikan banyak pesan kepada calon pemimpin muda itu khususnya hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan yang ada dkabupaten Kuningan. Selain itu juga menyampaikan kisah perjalananya dalam mendirikan dan membangun pondok pesantren yang dilakukanya secara swadaya.

Ada satu hal yang membuat pria berumur 36 tahun itu terharu yakni ketika kyai Ahmad bercerita. Ia  sampai ikhlas menghibahkan gaji sebagai PNS di SDN 2 Lebakwangi untuk keberlangsungan pesantren.

Bukan hanya itu ia juga memabyar upah  para pengajar.  Bahkan untuk membangun mushola juga dari uang tersebut. Meski tidak dipungkiri banyak juga donatur yang membantu termasuk pemerintah desa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Masya Allah mulia sekali Pak kyai,” ucap Yosa dengan mata berkaca-kaca.

Kyai sendiri  hanya menjawab pendek tapi sangta jelas. “Alhamdulillah semoga apa yang saya lakukan bisa bermanfaat buat masyarakat,” jawab ia.

Kemudian, setelah beresnya silaturahmi di pesantren, Yosa dan rombongan melanjutkan perjalananya ke titik yang terakhir yakni ke salah satu dusun yang jaraknya sekitar 3 km dari pusat desa. Dusun itu berbatasan langsung dengan Desa Situgede Kecamatan Subang.

Meski jarak yang cukup jauh dan medan yang sangat berat, pria yang tidak lepas dari kacamata ini menghadapi dengan enjoy dan penuh semangat.  Karena prinsifnya seorang pemimpin harus menghadapi tantangan seberat apapun dan menjalaninya dengan senyuman.

Pada saat tiba dilokasi Yosa disambut oleh puluhan warga dan tokoh masyarakat yang telah menunggunya sejak pagi. Tampak hadir dalam pertemuan itu Kepala Dusun Rebo Waryo, Anggota BPBD Rohman dan  Ketua Pemuda Oding.

Selain itu puluhan warga juga ikut tumpah ruah karena penasaran akan sosok Yosa yang katanya balon bupati paling muda. Dalam sesi dialog, Yosa menerima curhatan-curhatan dari beberapa warga termasuk tokoh masyarakat, Terutama terkait kondisi jalan menuju kampungnya yang sangat memprihatinkan.

“Sedih Pak. Dari sebelum merdeka sampai saat ini pun kami sebenarnya masih belum merdeka. Bapak bisa melihat dan merasakan sendiri jalanya kaya sungai kering. Kami kasihan kalau anak mau sekolah harus berjalan kaki, sudah mah jauh, jalanya hancur pula,” keluah H Suhaena yang merupakan salah satu tokoh masyarakat setempat.

“Tolong pak agar kami diperhatikan. Apalagi kalau apak nanti sudah jadi bupati. Kami tidak butuh banyak hal, minimal jalan kampung bagus pak,” timpal Kadus Waryo  sambil amini oleh semua warga yang hadir.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Diakhir dialog Ketua Pemuda Oding menyampaikan ungkap terima kasihnya kepada A Yosa karena telah rela jauh-jauh datang ke kampung meski jalan rusak. Ini yang membuat warga merasa tersanjung.

“Pak Yosa tidak kenal jarak dan lelah. Terima kasih  telah memberikan bantuan berupa kaos tim olahraga dan juga bola voli. Ini merupaka bukti pemimpin yang peduli,”  ujar dia.

Setelah dialognya berakhir Yosa lantas berpamitan dan meminta do’a kepada masyarakat. Kunjungan balon bupati itu sangat berkesan bagi warga.(agus)

 

 

 

 

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Advertisement