JLTS Kuningan Segera Dilelang, Pagu Anggaran Capai Rp192,7 Miliar

KUNINGAN (MASS) – Proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) Kabupaten Kuningan yang menghubungkan Kadugede – Ancaran segera memasuki tahap pelelangan. Proyek yang direncanakan didanai melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp192,7 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, mengatakan kepastian pendanaan proyek JLTS telah dibahas dalam pertemuan daring terakhir dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Barat.

Menurut Putu, berdasarkan hasil pembahasan tersebut, proyek JLTS akan dibiayai melalui program IJD dengan skema tahun jamak atau multiyears.

“Dimulainya, direncanakan lelang itu minggu depan, jadi kalo ngga tangga 20 tanggal 19 Oktober akan kita mulai lelang selama 16 bulan,” ujar Putu saat menjelaskan perkembangan proyek JLTS, Kamis (15/10/2026).

Ia menyebutkan, pagu anggaran yang disiapkan mencapai Rp192,7 miliar. Namun, nilai kontrak final baru dapat diketahui setelah proses pelelangan selesai.

“Total anggaran masih pagu, pagunya itu 192,7 miliar, belum lelang. Nanti akan kami rilis lagi hasil lelangnya,” kata Putu.

Pada tahap awal, penanganan diperkirakan difokuskan pada ruas Windujanten, Cibinuang hingga Cikopo dengan panjang sekitar tiga kilometer. Ruas ini ditargetkan dapat berfungsi secara optimal dan dilalui masyarakat setelah pekerjaan selesai.

Putu menjelaskan, persyaratan fungsional menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek yang dibiayai melalui IJD. Karena itu, pembangunan tidak hanya mengejar panjang jalan yang dikerjakan, tetapi juga memastikan ruas yang dibangun dapat digunakan.

Konstruksi jalan direncanakan menggunakan lapisan aspal AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) dan AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course), dilengkapi median jalan dan saluran drainase. Lebar ruang milik jalan atau right of way (ROW) direncanakan mencapai 25 meter.

Besarnya anggaran proyek, lanjut Putu, salah satunya dipengaruhi kebutuhan pekerjaan tanah berupa pemotongan dan penimbunan atau cut and fill. Volume pekerjaan tersebut diperkirakan mencapai hampir empat juta kubik.

“Yang menjadi tantangan tersendiri bagi kami di PU, ini ngebuang urugan ini kemana, hampir urugan ini empat juta kubik yang ikut mempengaruhi RAB,” ungkapnya.

Selain pekerjaan tanah, anggaran juga mencakup pembangunan badan dan pondasi jalan, lapisan permukaan aspal, drainase, median jalan, serta jembatan.

Terkait pembebasan lahan, Putu menyebut segmen Windujanten, Cibinuang, Citangtu hingga Winduhaji telah dibebaskan untuk rencana penanganan pada 2026.

“Satu segmen ini panjangnya lima kilo,” tuturnya.

Sementara itu, ruas lanjutan dari Winduhaji menuju Karangtawang, Sindangsari atau Kaduagung hingga Kertawangunan masih belum dibebaskan. Panjang ruasnya lima kilometer.

Putu juga menjelaskan pada segmen yang akan dikerjakan, masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan tambahan pembebasan lahan untuk kebutuhan teknis konstruksi, terutama pada bagian tikungan.

Pembangunan JLTS juga akan berdampak pada sebagian aset dan bangunan milik Dinas PUTR Kabupaten Kuningan.

Putu mengungkapkan, rencana trase jalan mengharuskan sebagian area kantor PUTR, termasuk gedung Bina Marga, terdampak pembangunan. Penataan tersebut dilakukan agar jalur dapat terhubung hingga ke perempatan di sekitar kantor PUTR dengan konsep persimpangan sebidang.

Sebagai tindak lanjut, bidang Bina Marga direncanakan dipindahkan ke area lain di lingkungan kantor PUTR. Pemerintah juga merencanakan penataan gedung dua lantai untuk menampung bidang Bina Marga dan Jasa Konstruksi.

Putu berharap proses pelelangan dapat segera berjalan sehingga pembangunan JLTS bisa direalisasikan sesuai rencana. (didin)