Tim Basket Kuningan WO di Porprov Jawa Barat, Ketua Perbasi Minta Maaf

KUNINGAN (MASS) – Dinyatakan WO-nya tim basket putera Kabupaten Kuningan menjadi kabar mengejutkan sekaligus menimbulkan pertanyaan. Kabar itu diluruskan langsung Ketua Perbasi Kuningan Drs. H. Iman Nuryaman .M.A. Selain meminta maaf, dikatakan keputusan tim basket putra Kuningan tidak melanjutkan pertandingan hingga akhirnya dinyatakan WO bukanlah keputusan yang muncul secara tiba-tiba.

Sejak awal, berdasarkan hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov, cabang olahraga basket berada di luar peringkat lima besar. Dengan kondisi tersebut, KONI Kuningan pada dasarnya tidak mengalokasikan pemberangkatan untuk cabang olahraga basket.

Namun, dalam perkembangannya, KONI tetap memberikan perhatian dan fasilitas pemberangkatan dengan ketentuan hanya untuk dua nomor pertandingan, yakni basket putra 5×5 dan putri 3×3. Bentuk dukungan tersebut meliputi fasilitas pemberangkatan, uniform atau seragam tim, sepatu, serta uang saku bagi atlet.

Sementara itu, tim basket putri 5×5 harus berangkat secara mandiri dengan mengandalkan dukungan para donatur dan partisipasi berbagai pihak. Meski demikian, KONI Kuningan tetap memberikan perhatian dengan memfasilitasi uniform atau seragam tim bagi para pemain putri 5×5.

Seperti diketahui, tim basket putra Kabupaten Kuningan sudah bermain 2 kali, pertandingan pertama melawan tim juara bertahan Kota Bandung dan tim kabupaten Indramayu yang kedua duanya Kabupaten Kuningan harus mengakui ketangguhan tim tersebut. 

Setelah melihat perkembangan hasil pertandingan dan peluang tim basket putra yang dinilai sudah tidak memungkinkan untuk melaju ke babak berikutnya, KONI kemudian melakukan evaluasi terhadap keberlanjutan keikutsertaan tim.Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk tidak melanjutkan pertandingan, meskipun masih terdapat jadwal pertandingan yang tersisa yaitu melawan tim tuan rumah Kota Depok.

Ternyata bukan hanya basket, kebijakan evaluasi serupa juga diberlakukan terhadap cabang olahraga lain yang dinilai sudah tidak memiliki peluang untuk melaju ke babak berikutnya, meskipun masih menyisakan pertandingan. Dikatakan, WO yang terjadi bukan semata-mata karena persoalan teknis di lapangan, melainkan merupakan bagian dari keputusan evaluasi keberlanjutan keikutsertaan berdasarkan hasil dan peluang kompetisi.

Terlepas dari persoalan tersebut, hasil Porprov ini menuai sorotan serius dan diminta agar jadi bahan evaluasi bersama, khususnya bagi PERBASI Kuningan sebagai induk organisasi. Mulai dari pembinaan atlet, persiapan menghadapi BK, pemetaan kekuatan dan target prestasi, hingga strategi membangun ekosistem basket Kuningan yang lebih kompetitif ke depan. 

Ketua Perbasi Kuningan Drs. H. Iman Nuryaman .,M.A menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan khususnya para pecinta olahraga basket, tim putra basket 5×5 Kuningan belum bisa mempersembahkan yang terbaik pada ajang Porprov.

“Kami akui kwalitas kami masih perlu dibenahi, kekuatan fisik, mental dan kualitas permainan kami belum mampu menandingi daerah lain,” ucapnya.

Iman juga menyampaikan terima kasih kepada KONI Kuningan yang sudah memfasilitasi tim basket putra 5×5 Kabupaten Kuningan, walaupun ternyata pihaknya belum bisa memberikan hasil baik. Ia berterima kasih karena KONI Kuningan tetap memberikan perhatian kepada tim ini. Iman berharap bahwa keputusan WO ini tidak menjadi polemik yang berkepanjangan.

“Ini salah kami selaku pengurus Perbasi Kuningan, kedepan kami akan melakukan evaluasi internal terhadap sistem kepelatihan dan juga sistem pembinaan atlet di Kuningan. Permohonan maaf dan terima kasih juga kami sampaikan kepada para atlet dan official tim yang sudah berjuang pada ajang ini, terimakasih atas dedikasi dan perjuangannya dan juga permohonan maaf atas kekurangan dari kami,” ucapnya.

“Kedepan mari kita berjuang bersama-sama lagi untuk hasil yang lebih membanggakan. Jangan sampai pengalaman ini hanya menjadi catatan kegagalan, tetapi harus menjadi momentum untuk berbenah,” tutupnya di akhir. (eki)