CINIRU (MASS) – Jembatan penghubung antara Desa Cijemit, Desa Gunungmanik, dan Desa Pinara di Kecamatan Ciniru terancam ambruk bahkan potensi terputus. Jembatan yang memiliki peran vital bagi aktivitas masyarakat itu terancam roboh akibat kerusakan serius pada struktur penyangganya.
Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar, meninjau langsung kondisi jembatan tersebut pada Senin (5/1/2025). Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi oleh Danramil, Kepala BPBD Kuningan, Camat Ciniru serta pejabat lainnya yang turut hadir.
Dian menegaskan Pemkab Kuningan tidak tinggal diam menyikapi kondisi jembatan tersebut. Menurutnya, sejak awal pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) karena kerusakan jembatan tersebut masuk dalam kategori bencana.
“Kami tidak berdiam diri, sebetulnya lagi menghitung RAB karena ini masuk ke bencana. Kami sudah membuat jalan alternatif darurat,” ujar Dian.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah berencana menggunakan skema penganggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membiayai perbaikan jembatan. Namun, proses tersebut memerlukan kehati-hatian mengingat nilai anggaran yang cukup besar.
“Nilainya memang tidak kecil sekitar Rp 2 miliar, sehingga perlu kehati-hatian. Namun kami upayakan minggu depan di Bulan Januari sudah mulai tahapan. Ditargetkan, jika tidak ada kendala, jembatan yang menjadi akses vital tiga desa ini sudah dapat dilalui kembali sebelum Lebaran,” jelasnya.
Dian berharap tahapan rehabilitasi atau pembangunan kembali jembatan dapat segera dimulai pada Januari 2026. Jembatan tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Insyaallah, mudah-mudahan minggu-minggu besok kita sudah bisa mulai. Secepatnya kita akan melakukan rekonstruksi atau reahbilitasi kembali (jembatan),” pungkasnya. (didin)








