KUNINGAN (MASS) – Warga sekaligus aktivis mahasiswa, Ahmad Novaldi, menyoroti kondisi jalan di Desa Pinara, Kecamatan Ciniru, menyusul banyaknya keluhan masyarakat lantaran jalan yang dinilai licin, curam, dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Bahkan, ia mendesak perbaikan menyeluruh untuk segera direalisasikan oleh pemerintah, terutama di titik pengkolan bawah Ciporang menuju Jatimulya yang dikeluhkan rawan kecelakaan.
Novaldi menilai, kondisi tersebut bukan sekadar mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses jalan tersebut.
Bahkan, ia mengaku pernah mengalami kejadian yang nyaris berujung kecelakaan saat melintasi jalan tersebut sepulang bersilaturahmi ke Desa Pinara. Ketika menuruni jalan, sepeda motor yang dikendarainya mengalami masalah pengereman setelah rem terasa sangat panas. Dalam kondisi jalan yang licin dan menurun, dirinya hampir tergelincir hingga nyaris masuk ke jurang.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan kuat baginya untuk mengangkat persoalan ini agar mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait.
“Saya pribadi pernah hampir menjadi korban ketika melintasi jalan tersebut. Waktu itu, sepulang bersilaturahmi dari Desa Pinara, saya sedang menuruni jalan. Rem motor terasa sangat panas dan tiba-tiba tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi jalan yang licin membuat saya hampir tergelincir dan nyaris masuk ke jurang. Dari pengalaman itu, saya merasa persoalan ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus,” ungkap Ahmad Novaldi, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, titik pengkolan bawah Ciporang menuju Jatimulya perlu mendapat perhatian khusus karena kondisi jalan yang curam dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih ketika hujan turun. Apabila tidak segera ditangani, pengguna jalan akan terus menghadapi risiko saat melintas, baik pengendara sepeda motor maupun kendaraan lainnya.
Keluhan serupa juga disampaikan masyarakat setempat. Alvina Deviyanti dan Rohaenah berharap agar pemerintah melakukan perbaikan menyeluruh sepanjang jalan Desa Pinara melalui pengaspalan hotmix dengan kualitas yang baik.
Mereka mengeluhkan kondisi jalan yang dinilai sangat licin dan membahayakan. Sejumlah kejadian kecelakaan, pengendara tergelincir, hingga kekhawatiran kendaraan mengalami rem blong ketika melewati jalur menurun menjadi perhatian masyarakat.
Tidak hanya berdampak terhadap keselamatan, kondisi jalan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran dalam pelaksanaan kegiatan sosial masyarakat. Bahkan, tak aneh jika rencana acara pernikahan dipertimbangkan untuk dilaksanakan di desa tetangga karena khawatir akses jalan yang buruk akan menyulitkan tamu undangan untuk datang ke Desa Pinara.
Apabila perbaikan permanen belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, Ahmad Novaldi usul agar ada langkah pengamanan sementara perlu segera dipertimbangkan, khususnya di titik pengkolan bawah Ciporang menuju Jatimulya. Pemasangan rambu peringatan serta penanganan permukaan jalan sesuai hasil pemeriksaan teknis juga penting dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.
“Jangan tunggu ada korban lebih banyak lagi. Kami berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun langsung melihat kondisi jalan ini. Masyarakat membutuhkan jalan yang aman dan layak dilalui, bukan jalan yang setiap kali dilewati justru menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan,” pintanya. (eki)
