Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Firgy Ferdansyah, Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) DPC Kuningan. (Foto: dok Permahi)

Netizen Mass

Jabatan Tanpa Kompetensi, Alarm Bahaya Birokrasi Kuningan

KUNINGAN (MASS) – Rotasi dan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejatinya merupakan instrumen penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Hal ini dimaksudkan sebagai sarana penyegaran birokrasi, peningkatan kinerja, serta optimalisasi sumber daya manusia berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan profesionalitas. Namun, apa yang terjadi di Kabupaten Kuningan hari ini justru menampilkan wajah lain dari praktik rotasi dan mutasi, khususnya pada jabatan ASN Eselon III Kepala Bidang, yang patut dikritisi secara serius.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak jabatan Kepala Bidang diisi oleh ASN yang tidak memiliki latar belakang keilmuan maupun kompetensi yang relevan dengan bidang tugasnya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar apakah rotasi dan mutasi tersebut benar-benar dilakukan secara objektif dan berbasis merit system, atau justru sarat dengan kepentingan non-profesional.

Dalam perspektif hukum administrasi negara, mutasi dan rotasi ASN wajib berpedoman pada prinsip meritokrasi, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. UU tersebut secara tegas menekankan bahwa pengisian jabatan harus mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, bukan kedekatan personal, loyalitas politik, maupun kepentingan kelompok tertentu. Ketika prinsip ini diabaikan, maka yang terjadi adalah degradasi kualitas pelayanan publik dan rusaknya sistem birokrasi itu sendiri.

Ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan ASN dengan jabatan yang diduduki bukan sekadar persoalan administratif, tetapi persoalan serius yang berdampak langsung pada efektivitas kebijakan publik. Bagaimana mungkin seorang ASN dapat merumuskan, mengoordinasikan, dan mengevaluasi program teknis jika ia tidak memahami substansi bidang tersebut secara akademik maupun profesional, akibatnya kebijakan menjadi tidak tepat sasaran, kinerja organisasi menurun, dan masyarakatlah yang akhirnya dirugikan.

Kemudian, praktik rotasi dan mutasi yang tidak objektif juga membuka ruang suburnya budaya patronase birokrasi. Jabatan tidak lagi dipandang sebagai amanah dan tanggung jawab, melainkan sebagai “kursi kekuasaan” yang dapat dipindah-pindahkan sesuai selera penguasa. Jika hal ini terus dibiarkan, maka ASN akan lebih sibuk menjaga relasi dengan atasan daripada meningkatkan kapasitas dan integritas dirinya.

Sebagai mahasiswa hukum, kami memandang bahwa persoalan ini bukan hanya isu teknokratis, melainkan juga isu konstitusional. Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 menjamin kepastian hukum yang adil, termasuk dalam tata kelola pemerintahan. Ketika proses mutasi dilakukan secara tidak transparan dan tidak akuntabel, maka prinsip kepastian hukum tersebut telah dilanggar. Pemerintahan yang baik (good governance) menuntut adanya transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam setiap kebijakan, termasuk dalam manajemen ASN.

Pemerintah Kabupaten Kuningan seharusnya membuka ruang evaluasi secara terbuka terhadap kebijakan rotasi dan mutasi ASN Eselon III. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tidak boleh hanya menjadi alat administratif, tetapi harus menjadi penjaga integritas sistem merit. Selain itu, pengawasan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) juga perlu didorong untuk memastikan tidak adanya pelanggaran prinsip netralitas dan profesionalitas ASN.

Sebagai penutup, kami menegaskan bahwa kritik ini bukan bentuk kebencian terhadap individu tertentu, melainkan wujud kepedulian terhadap masa depan birokrasi Kabupaten Kuningan. ASN yang ditempatkan sesuai keilmuannya bukan hanya soal keadilan bagi pegawai, tetapi juga jaminan atas pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat. Jika rotasi dan mutasi terus dilakukan secara tidak objektif, maka jangan heran jika kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah semakin tergerus.

Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Kuningan berani berbenah dan kembali pada rel hukum dan etika birokrasi. Jabatan adalah amanah, bukan hadiah kekuasaan.

Oleh: Firgy Ferdansyah, Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) DPC Kuningan

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi melaksanakan rotasi-mutasi jabatan eselon III pada Selasa (6/1/2026) di Kebun Raya Kuningan. Sebanyak 150 pejabat dilantik langsung...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pada rotasi-mutasi kemarin, dr H Agah Nugraha MKM, diangkat menjadi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – M Khadafi mengaku bersyukur setelah dipercaya oleh Bupati Kuningan untuk menduduki jabatan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kuningan....

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Berbulan-bulan lamanya nasib dr Eddy Syarief MM MM RS tak jelas alias gantung, pasca diberhentikan sementara oleh Bupati Kuningan dari jabatan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Rotasi-mutasi jabatan ASN eselon 3 Kabupaten Kuningan digelar hari ini, Selasa (6/1/2026) pagi. Kegiatan digelar di Kebun Raya Kuningan Desa Padabenghar...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Rotasi dan mutasi ASN eselon 3 di lingkup Pemerintah Kabupaten Kuningan bukan semata isu belaka. Nyatanya, beredar surat undangan tentang pengangkatan,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pada kesempatan sebelumnya, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si bilang bahwa mutasi lingkungan Pemkab Kuningan khususnya eselon II...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Hidup itu dipergilirkan. Tidak selamanya seseorang sehat dan tidak selamanya sakit. Tidak selamanya seseorang di atas dan tidak selamanya di bawah....

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Terlempar dari Kepala Disporapar Kabupaten Kuningan, Elon Charlan M Pd, kini menjabat jadi Staf Ahli di Setda Kabupaten Kuningan. Elon, dimutasi...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pelaksanaan rotasi/mutasi pejabat eselon 2 di Kabupaten Kuningan, digelar hari ini, Senin (14/7/2025) pagi dalam apel bersama jajaran SKPD. Rotasi/mutasi sekaligus...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Rotasi dan mutasi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan. Alih-alih menjadi instrumen reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pada rotasi-mutasi pejabat tinggi di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan beberapa waktu kemarin, ada yang cukup mencuri perhatian. Pasalnya, dari 13...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Dari sekian nama yang dirotasi oleh Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, sosok yang paling mengejutkan adalah dr...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Rotasi mutasi di kalangan pejabat tinggi Pemerintah Kabupaten, direspon beragam oleh berbagai kalangan, termasuk di internal eselon 2 itu sendiri. Toto...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Setelah digelar di objek wisata, nampaknya Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, ingin terus melakukan rotasi-mutasi di tempat...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Akhirnya teka-teki tentang rotasi/mutasi diantara pejabat tinggi (eselon 2) di lingkup Pemerintah Kabupaten Kuningan kini terjawab sudah. Pasalnya hari ini, Jumat...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Ketua Sarjana Urang Kuningan (SARUKUN) Muhammad Fauzan Ash Shidiqi menyoroti kebijakan-kebijakan Bupati-Wakil Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar M Si – Tuti...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan menyampaikan sikap tegas terhadap fenomena mutasi dan rotasi pejabat yang dinilai sarat kepentingan politik dan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Beredarnya draft mutasi pejabat eselon II lingkup Pemkab Kuningan belakangan ini mendapat tanggapan dari Sekretaris BKPSDM Kuningan, Dodi Sudiana. Menurutnya, itu...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy SE, mewanti-wanti Bupati – Wakil Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si –...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Kuningan, U Kumsana S Sos M Si, mengaku siap dimutasi kemana saja. Kesiapan itu,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Wakil Bupati Kuningan H Tuti Andriani SH MKn, mengaku tidak tahu kapan tepatnya akan digelar mutasi rotasi pejabat lingkup Pemkab Kuningan....

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Meski beberapa daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat sudah melakukan rotasi dan mutasi pejabat/pegawai, namun hingga kini di Kabupaten Kuningan belum...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, membenarkan bakal ada perombakan di internal pejabat Pemerintah Kabupaten Kuningan, atau yang...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Isu mengenai perebutan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) maupun posisi strategis lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali mencuat ke permukaan. Bukan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Terhitung sampai Juli tahun ini, akan banyak jabatan yang kosong akibat ditinggal pensiun di lingkungan Pemkab Kuningan. Berdasarkan keterangan dari pejabat...