Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Kuliah umum di STISHK Senin (23/2/2026) diisi oleh Bupati Dr Dian Rachmat Yanuar MSi. Hadir juga Kepala Disdikbud Dr Elon Carlan SPd MMPd. (foto : dok STISHK)

Gaya Hidup

Ini Lima Kecakapan Mahasiswa di Era Disrupsi dan Digital; Pesan Bupati Dian saat Kuliah Umum STISHK

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengisi kuliah umum di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK), Senin (23/2/2026). Kegiatan ini dihadiri mahasiswa, dosen, serta jajaran civitas akademika dalam rangka memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah dan perguruan tinggi.

Dalam kuliah umum bertema “Pengembangan Bidang Pendidikan dan Keislaman di Kuningan: Sinergi Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi”, Bupati menegaskan bahwa pembangunan modern bertumpu pada kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Pembangunan hari ini dan masa depan sangat ditentukan oleh kualitas SDM. Pendidikan dan nilai keislaman harus menjadi pilar strategis agar generasi kita tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa era disrupsi dan digitalisasi telah mengubah lanskap profesi dan kompetensi. Karena itu, generasi muda dituntut memiliki kecerdasan intelektual, ketahanan moral, kecakapan digital, serta soft skills dan kepemimpinan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, pendidikan merupakan bentuk human capital investment yang berperan sebagai penguat daya saing sekaligus penggerak mobilitas sosial. Di sisi lain, nilai-nilai keislaman harus hadir sebagai sistem nilai yang menanamkan integritas, keadilan sosial, serta harmoni dan moderasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Bupati Dian juga menyoroti berbagai tantangan global dan lokal, seperti disrupsi teknologi, kesenjangan kualitas pendidikan, serta pentingnya literasi digital dan ekonomi syariah. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Sinergi pemerintah dan kampus bukan sekadar wacana. Kebijakan harus didukung ilmu pengetahuan, program harus diperkuat inovasi, dan regulasi harus dikawal dengan solusi akademik,” tegasnya.

Ia mendorong terwujudnya kolaborasi konkret dalam pengembangan SDM, riset terapan, pengabdian kepada masyarakat, hingga hilirisasi inovasi. Mahasiswa pun diharapkan menjadi agen transformasi yang menjunjung tinggi integritas, etika publik, kompetensi, dan empati sosial.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kuliah umum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan STISHK dalam mewujudkan Kuningan yang maju, religius, dan berdaya saing melalui fondasi pendidikan dan nilai-nilai keislaman yang kuat. (didin)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Polemik pelaksanaan Shalat Jumat di Musala Ar-Rahmat kian menjadi perhatian publik. K. Fitriadi Siraj, anggota Komisi Fatwa MUI Kunngan & Pegiat...

Headline

KUNINGAN (MASS) — Pelaksanaan shalat Jum’at di Musala Ar Rahmat yang berdiri di kompleks Pendopo Kabupaten Kuningan kini tidak lagi sekadar menjadi peristiwa keagamaan,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Meski bukan komunitas pers, Lembaga Survei Jamparing Research menggelar FGD (Focus Group Discussion) bertemakan jurnalistik. Diskusi yang dikemas santai itu berjalan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kemelut galian tanah di Jalan Eyang Hasan Maulani Desa Sangkanmulya Kecamatan Cigandamekar menyimpan kepenasaranan dari banyak orang. Pasalnya, seorang pengusaha tidak...

Ekonomi

LURAGUNG (MASS) – Malam itu, Minggu (13/4/2025), langit Luragung tampak lebih bersinar dari biasanya. Bukan karena bintang yang bertaburan, melainkan kilau lampu hias yang...