Ini Kronologis Tenggelamnya Muhammad Safiq

KUNINGAN (Mass)- Bagi Iik Nurhikmah dan Didi Govinda hari Selasa merupakan hari yang kelam dan tidak akan pernah dilupakan dalam sejarah hidupnya. Pasalnya, anak keduanya yang berusia 16 bulan meninggal karena tenggelam.

Baik Didi dan Iik yang kedua-duanya guru serta jebolan Uniku itu. Awalnya tidak mengetahui anaknya meninggal dunia. Kepala Dusun Babakan Desa Karangtawang Kecamatan Kuningan yang bernama Dodon Juhadan memberitahu Iik bahwa anaknya pingssn dan tengah dibawa ke klinik.

Begitu mendengar laporannya anaknya dibawa ke klinik karena pingsan,  Iik Nurhikmah Guru SDN Karangtawang 2 yang baru beres mengawas ujian sekolah di SDN 3 Karangtawang itu langsung bergegas ke klinik.

Namun, ia tidak menemukan anaknya ada di klinik yang berada di desanya. Ternyata bocah malang itu dibawa ke klinik lain dan setelah beres periksa dan dinyatakan meninggal dibawa kembali ke rumah duka.

Sementara itu, Iik langsung bergegas pulang karena diperoleh kabar anaknya sudah pulang ke klinik dan ada di rumah. Namun ketika pulang ke rumah bukan didapatinya anaknya sudah siuman. Namun, ternyata anaknya yang lahir tanggal 25 Desember 2015 itu  sudah terbujur kaku di bagian depan rumahnya.

Guru SD yang sudah PNS itu sempat terheran-heran dengan anaknya yang tiba-tiba meninggal. Karena ketika ditinggal ke sekolah anaknya sehat dan ceria.

Setelah orang tua dan kerabat menerangkan kejadian yang sebenarnya. Iik pun langsung menjerit sambil memeluk jasad korban. Ia tidak menyangka Afiq sebutan dia ke anak keduanya akan meninggal seperti ini.

Sementara itu Didi suaminya yang juga pulang dari Hantara bersama anaknya Angga (5) juga tidak mengetahui apa-apa. Ia bertemu dengan  Afiq waktu minggu pagi sebelum menginap di rumah orang tua Didi di Desa Bunigeulis.

“Saya juga tidak mengetahui apa-apa karena neneknya Angga ingin bertemu karena sudah lama tidak berkunjunga maka saya mninginap. Musibah ini merupakan musibah besar bagi kami berdua. Saya tidak menyangka Afiq begitu cepat pergi,” ucap Didi sambil mengusap air matanya. Sedangkan Iik tampak histeris setiap ingat dengan anak keduanya itu.

Sementara itu, Iyet nenek korban menjelaskan, kejadian sebenarnya adalah Afiq dan Almas tengah berrmain di rumah. Pada saat itu, ia mengambil kasur lantai yang di jemur di belakang rumah dan langsung digelar di ruang tengah. Ketika pintu belakang terbuka ia kira Afiq tidak akan ke belakang.

Iyet mengira Afiq tengah bermain di ruang lain dengan Almas. Namun, ketika ditanya ke Almas, ia tidak mengetahui keberadaan bocah tersebut.

Kontan saja Iyet panik dan menanyakan ke tetangganya. Tetangga korban langsung bergegas ke kolam belakang rumah karena curiga  dan ternyata didapati Afiq sudah mengambang dengan kondisi badan biru dan tetanga korban langsung menjerit histeris sambil membawa Afiq ke klinik.

Dugaaan keluarga, ketika  Afiq pergi ke bagian belakang rumah Ia melihat pintu pagar bagian belakang tidak dikunci paten. Hanya menggunakan ganjalan dan ia langsung mengangkat.

Kemungkinan besar ia berjalan dan menuruni tangga untuk menuju kolam. Namun karena masih bocah dan tangga licin bocah tersebut langsung kejebur kolam yang cukup dalam.

Andai pada saat itu ada yang melihat atau ada yang berkunjung ke kolam. Karena kolam yang ada di lokasi itu lebih dari dua dan berjejer mungkin Afiq tidak akan meninggal. (agus)

 

 

 

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com