Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Government

Ikan Sering Mabuk, Petani KJA Dibantu Teknologi RAS

KUNINGAN (MASS)- Sejak lama para petani keramba jaring apung (KJA) Waduk Darma selalu mengalami kerugian ketika masuk pancaroba. Pergantian musim membuat suhu di waduk dratis turun, sehingga membuat ikan kekurangan pasukan oksigen.

Dengan begini maka ikan pun mabuk dan akhirnya terjadi kematiaan masal. Belum lama ini sekitar 30 ton ikan mati masal karena fenomena umbalan.

Melihat situasi ini pemerintah RI melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan 8 unit Teknologi Rapid Aeration System (RAS). Bantuan ini senilai Rp150 juta diberikan kepada koptan KJA di Aula Desa Jagara Kecamatan Darma pada Kamis sore.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja, diharapkan dengan adanya bantuan ini para petani tidak mengalami kerugian. Pihaknya baru kali ini bisa memberikan bantuan.

“Di Waduk Cirata juga sudah dicoba dan hasilnya sangat bagus. Maka di Waduk Darma pun diharapkan seperti itu,” ujar Sjarief.

Diterangkan, ada beberapa permasalahan yang dihadapi dalam budidaya perikanan di perairan waduk. Masalah itu, diantaranya hidrogen sulfida HS, jumlah unit KJA melebihi daya dukung yang direkomendasikan, CIBB (cara budidaya ikan yang baik) belum diaplikasikan.

Selain itu tidak ditertibkannya sarana KJA yang tidak beroperasi dan terbengkalai, pencemaran DAS dari hulu sampai hilir, limbah domestik penyebab blooming gulma air, fitoplankton dan korosifitas instrumen pembangkit listrik, serta fenomena umbalan yang dapat menyebabkan kematian masal ikan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Fenomena umbalan di perairan waduk dengan indikator bau busuk dari gas gas racun menjadi pemicu terjadinya kematian ikan secara masal. Diduga kematian ikan secara masal diantaranya kekurangan oksigen dan keracunan gas seperti amonia (MH3), hidrogen sulfida (H2S), fospin (PH3).

“Dalam kondisi perairan sangat minim kadar osksigen berlarut maka amonium di perairan akan bersenyawa dengan sulfat menjadi amonium sulfat. Selanjutnya bereaksi dengan kalium hidroksida akan menghasilkangas amonia yang beracun bagi ikan (NH3),” ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan riset inovasi teknologi perikanan terutama terkait dengan teknologi aerasi. Berdasarkan kebutuhan teknologi tersebut, maka dilakukan kegiatan inovasi teknologi adaftif lokasi perikanan dengan tema “Aplikasi Teknologi RAS (Rapid Aeration System) pada Perikanan Perairan Waduk.

Diterangkan, teknologi RAS ( Rapid Aeration System) adalah teknologi yang dapat meningkatkan kadar oksigen berlarut (dissolved oxygen-DO) di permukaan dan kolom air dalam waktu singkat.
Teknologi RAS ini secara umum terdiri atas dua bagian yaitu aerator permukaan dengan kincir (untuk aerasi di permukaan air) dan pompa celup (untuk aerasi di kolom air).


Di permukaan air, kincir aerator permukaan berputar, menimbulkan kontak antara percikan air dengan udara, yang akan mengikat air dengan oksigen di udara, sehingga terjadi peningkatan kadar oksigen terlarut dalam air.

Sedangkan di kolom air, prinsip kerja pompa celup adalah berdasarkan perbedaan tekananan di kolom air dengan udara, sehingga udara terhisap ke dalam air dan dapat meningkatkan kadar DO di kolom air.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, M Ridho Suganda, yang mewakili Bupati Acep Purnama, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI atas bantuan tersebut.

“Bantuan ini diharapkan bisa mengatasi hambatan yang dihadapi pembudidaya ikan jaring apung untuk meminimalisir kerugian akibat imbal arus balik,” kata ujar Edo.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pada acara penyerahan bantuan tampak hadir pula anggota DPRD Kuningan Rudi Oang Ramdani. Lalu, Kadis Ketahanan Pangan Ukas Suharfaputra dan Kabid Perikanan Deni. (agus)

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Anything

KUNINGAN (MASS)- Kementerian PUPR melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung pada Minggu (21/10/218) melakukan penarikan terhadap 107 Kolam Jaring Terapung milik 18 petani  yang ada di Waduk...

Anything

KUNINGAN (MASS)- Kementerian PUPR melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung pada Minggu (21/10/218) melakukan penarikan terhadap 107 Kolam Jaring Terapung milik 18 petani  yang ada di Waduk...

Incident

KUNINGAN (MASS) –  Menjelang lebaran para petani keramba jaring apung (KJA)  Waduk Darma bersedih. Ikan yang dipersiapkan untuk dijual pada saat lebaran mendadak “mabok”...

Advertisement