KUNINGAN (MASS) – Saat ini kehidupan di tengah perkembangan zaman yang dinamis menghadapkan masyarakat pada situasi yang dilematis. Banyak warga yang tertekan ketika apa yang telah direncanakan tidak berjalan mulus di lapangan.
Menurut aktivis mahasiswi STIS HK Ratu Triana menyebutkan kehidupan pada hakikatnya merupakan sebuah perjalanan panjang yang akan selalu mempertemukan dua hal utama, yaitu harapan dan realitas. Setiap individu dipastikan memiliki ekspektasi atau harapan besar terkait masa depan yang ideal, mulai dari urusan pendidikan, karier, hingga kehidupan pribadi.
“Kehidupan adalah perjalanan yang penuh dengan harapan dan realitas. Setiap orang memiliki harapan tentang masa depan yang lebih baik, baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan pribadi,” tuturnya kepada kuninganmass.com Jumat (19/6/2026).
Ia menegaskan memiliki harapan adalah hal yang sangat positif karena berfungsi sebagai bahan bakar motivasi. Harapan-harapan itu mampu memberikan energi dan semangat untuk terus konsisten berusaha mencapai target.
“Harapan memberikan semangat untuk terus berusaha dan mencapai tujuan yang diinginkan. Namun, realitas sering kali tidak berjalan sesuai dengan harapan,” tambahnya.
Namun Ratu mengingatkan masyarakat, berbagai rintangan, kegagalan mendadak, serta perubahan situasi yang tidak terduga sangat lumrah terjadi di dalam kehidupan nyata. Ia menegaskan realitas yang pahit atau kegagalan bukanlah hal menakutkan yang harus dihindari secara berlebihan oleh warga.
“Meskipun demikian, realitas bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan bagian dari proses kehidupan yang dapat memberikan pelajaran berharga,” paparnya.
Sebaliknya, kenyataan di lapangan harus diterima dengan lapang dada sebagai bagian dari proses pendewasaan diri yang mampu memberikan pelajaran paling berharga. Kunci utama untuk menjalani hidup yang bermakna adalah dengan menjaga keseimbangan antara harapan dan realitas.
“Dengan memahami bahwa harapan dan realitas akan selalu berjalan berdampingan, seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih bijaksana,” pungkasnya. (raqib)