PSBB Tahap 3 Berpihak ke Pelaku Usaha

KUNINGAN (MASS)- Setelah beres melakukan vicon Rapat Evaluasi Pelaksanaan PSBB di   wilayah Provinsi Jabar dengan Gubernur di ruang Crisis Center Jumat (29/5/2020) sore, maka Bupati Kuningan H Acep Purnama mengeluarkan juknis perpanjangan pelaksanaan PSBB di kota kuda.

Secara keselurahan aturan PSBB tahap 1, 2 dan tahap 3 tidak begitu berbeda. Hanya pada tahap  3 yang akan berlangsung dari 30  Mei-12 Juni aturan lebih berpihak kepada pelaku usaha.

Ini bisa dibuktikan dalam pemberlakukan jam operasional lebih panjang, dimana angkutan umum/ delman  bisa  beroperasi dari jam 06.00 – 18.00 WIB.

Kemudian, pasar rakyat / tradisional dari jam 24.00- 16.00 WIB, pedagang kaki lima dan rumah Makan dari  jam 08.00 – 21.00 WIB dan pasar modern, pertokoan boleh beroperasi dari  08.00-18.00 WIB.

Seperti diketahui pada PSBB tahap 1 dan tahap 2, warga beraktifitas dari jam 08.00-16.00 WIB. Tentu perubahan ini membuat banyak pelaku usaha sumringah.

Pada juknis terbaru Bupati Acep juga menyebutkan, rumah makan mengutamakan pemesanan barang secara daring dan/atau jarak jauh dengan fasilitas layanan antar (take away).

Selain itu,  tidak menyediakan area tempat duduk (seating area) baik di dalam maupun di luar rumah makan.

Sementara  pasar modern/swalayan/toserba agar menyediakan tempat duduk untuk pembeli menunggu giliran dan membatasi jumlah pengunjung paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas tempat.

“Kenapa lebih longgar karena kita akan menuju adaptasi kebiasan baru menuju new normal,” timpal Ketua Crisis Center Kabupaten Kuningan Agus Mauludin. (agus)