Jadi Pimpinan Dewan, Ada 3 Hal Penting yang Harus Diperjuangkan

KUNINGAN (MASS) – Sebagai salah satu pimpinan DPRD Kuningan yang baru saja dilantik Senin (30/9/2019), H Ujang Kosasih MSi bertekad untuk memperjuangkan 3 hal penting. Itu merupakan amanat dari Gus Ami (Abdul Muhaimin Iskandar), ketua umum DPP PKB kepada seluruh kadernya di seluruh Indonesia.

“Gus Ami memberi perintah kepada kader PKB agar menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan pendidikan yang ada di daerahnya. Bukan hanya pendidikan secara umum, tapi juga harus mengawal pembangunan pendidikan di pondok pesantren,” kata Ujang setelah menempati ruang kerja barunya sebagai wakil ketua dewan, Rabu (2/10/2019).

Terlebih, sambung dia, DPR RI dan pemerintah telah menetapkan UU tentang pondok pesantren yang sejak awal diinisiasi PKB. Secara otomatis, kader PKB yang diberi amanah menjadi anggota dewan harus mengawal proses pendidikan di daerahnya.

“Sejauhmana keberpihakan pemda terhadap pondok pesantren. Itu harus kami kawal,” tandas ketua partai yang berhasil mendudukkan 6 kadernya di parlemen daerah tersebut.

Hal penting kedua, imbuh Ujang, kader PKB harus memperjuangkan keberpihakan terhadap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Karena menurut Gus Ami, kata Ujang, dari sanalah akan lahir masyarakat yang punya kemampuan daya beli dan kemampuan ekonomi yang bagus.

“Ketiga, kader PKB harus mengawal pembangunan di desa-desa. Karena pada hakikatnya pembangunan Indonesia adalah pembangunan desa-desa. Disaat pembangunan desa berjalan baik dan pro kepentingan masyarakat maka pembangunan Indonesia pun berjalan baik,” ucapnya.

Sebagai wakil rakyat yang kini masuk periode ketiga, dirinya tidak menampik masih adanya tudingan bahwa dewan hanya stempel pemerintah semata. Namun penilaian seperti itu justru dijadikan olehnya sebagai sebuah pemicu untuk bekerja lebih baik kedepannya.

“Kalau ada orang punya penilaian seperti itu, gak masalah. Biarkan saja, masing-masing orang diberi ruang untuk menilai. Jangan dibantah. Tapi hendaknya itu jadi sebuah pemicu, berarti masih ada kekurangan. Husnuzon saja, kritik itu positif kok,” kata Ujang.

Berikutnya disusul dengan intropeksi, apakah penilaian seperti itu selaras dengan apa yang sudah dilakukan. Sebagai manusia, kekurangan tersebut menurutnya manusiawi, sehingga dapat disempurnakan agar tidak muncul lagi image bahwa dewan hanya stempel pemerintah.

Sementara itu, pimpinan DPRD Kuningan periode 2019-2024 yang dilantik Senin (30/9/2019) diantaranya Nuzul Rachdy (PDIP) sebagai ketua, serta tiga wakilnya mulai dari Hj Kokom Komariyah (PKS), H Dede Ismail (Gerindra) dan Ujang Kosasih (PKB). (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com