Di Puncak Ciremai Berdoa untuk Kemenangan Pasangan AR

KUNINGAN (MASS) – Tujuh pasukan Media Center AR  atau Acep Purnama-Ridho Suganda, mendaki Gunung Ciremai. Gunung tertinggi di Provinsi Jabar itu “ditakulkan” tim yang selama ini sering menginformasikan kegiatan nomor 3 tersebut.

Berbekal perlengkapan secukupnya  mereka berhasil melewati tantangan berbahaya pada medan terjal menanjak dengan baik. Hingga tiba di puncak gunung tertinggi di Jawa Barat itu, pada pukul 13.00 WIB.

Selain menarik nafas lega, satu gerakan pertama Tim Media Center AR saat menginjak puncak, adalah  bersujud syukur. Kemudian sholat berjamaah sholat dhuhur, menyusul doa bersama untuk kemenangan Paslon AR.

Terakhir membentangkan spanduk Media Center AR sebagai tanda keinginan besar masyarakat kepada AR sudah berada dipuncak. Tinggal menunggu restu Illahi. Wajah bahagia terlihat dari rombongan usai semua dilakukan dikteinggian 3078 mpdl.

“Pendakian ini bukan sekadar pendakian. Bukan hanya persoalan olahraga, menikmati keindahan sekaligus bertafakur dengan alam, melainkan juga memiliki tekad khusus demi kemenangan Paslon AR di Pilbup Kuningan 2018. Di puncak gunung ini, kami meyakini, sekaligus bersyukur, InsyaAllah, Paslon AR sudah di puncak. Tinggal restu Allah SWT,” ungkap Direktur Media Center AR, Tatang Azhari, diamini Sekretaris Amuy Bukhori dan Bendahara Yusuf Dandi Asih

Pendakian ini, jelas dia, adalah gambaran perjuangan Paslon AR, dimana gunung bukan zona nyaman bagi setiap orang. Perjalanan ke puncak gunung untuk mendapat pemandangan indah itu butuh proses dan tidak gampang.

Sama dengan perjalanan hidup lanjutnya, tidak ada yang instan di dunia ini. Jika ingin mencapai tujuan, siapapun harus berusaha dan berjuang keras untuk kesana. Meski akan selalu ada banyak halangan dan rintangan untuk mencapai puncak kesuksesan tersebut.

“Pendakian ini, adalah salah satu bentuk perjuangan, sekaligus mewujudkan harapan besar masyarakat kepada Paslon AR agar kembali memimpin Kuningan demi Kuningan Maju 5 tahun kedepan,” kata dia.

Keyakinan tersebut, bukan tanpa dasar. Dari jam ke jam, hari ke hari, Ia menyaksikan langsung respon nyata masyarakat terhadap Paslon AR begitu besar. Bahkan terus semakin besar, meski tidak diusung partai politik berazas Islam, dukungan ulama, kyai, penyuluh agama, guru ngaji serta komponen keagamaan lainnya, ternyata juga jauh lebih besar.

“Siapa bilang Paslon AR tidak agamis. Justru kami melihat, Paslon AR lebih agamis. Ingat, agamis bukanlah sebatas simbol. Agamis itu perilaku, kepedulian, serta usaha nyata pemimpin terhadap kemajuan keagamaan masyarakatnya,” ujarnya mantan wartawan angkatan 2004 itu.

Paslon AR disini, sudah terbukti dengan syarat itu. Disamping belum pernah terdengar berperilaku merugikan masyarakat. Apalagi merugikan nama baik Kuningan dengan tindak pidana korupsi. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com