Gara-gara Belum Update, ASN yang Berhak Mengikuti MT Malah Tidak Dipanggil: Kritik Pengamat

KUNINGAN (MASS) – Sedang berlangsungnya tes kemampuan teknis untuk berebut posisi JPT, dikritik pengamat kebijakan publik Soedjarwo, yang juga Ketua F-Tekkad.

Manajemen Talenta (MT) itu, kata Mang Ewo, sapaan akrabnya, harusnya menjadi alat upgrade dan transformasi ASN untuk adaptif dan lebih modern.

Dimana, lanjutnya, misi MT itu harusnya membuka peluang dan kesempatan yang lebih luas kepasa ASN, untuk menjaring sebanyak mungkin talent-talent yang berkapasitas. Dan tentu ini harus lebih akuntable dan transparan.

“Nah jika faktanya msh banyak ASN yg berhak mengikuti MT tapi tidak dipanggil MT, hanya karena alasan data yang belum update (seperti sertifikat Diklatpim) ini sangat naif dan tidak masuk akal. Ini jelas bertentangan dengan prinsip MT itu sendiri,” tuturnya.

Padahal, kata Ewo, BKPSDM pasti punya semua data kepegawaian, update sertifikat Diklatpim yang dipersoalkan misalnya.

“Penyelenggara Diklatpim kan BKPSDM tentu datanya smua ada disana, mulai data pangkat golongan, data jabatan, data Diklat, masa kerja, pendidikan dsb. Semua ada disana tinggal diupdate otomatis by system. Dengan teknologi, perkara updating data ini tentu mudah dilakukan,” ucapnya.

BKPSDM, desak Ewo, harusnya membuka kesempatan dan se-transparan mungkin dalam proses MT, bukan malah sebaliknya.

“Kalau hal sesimpel itu saja tidak bisa dilakukan maka cara kerja BKPSDM layak dipertanyakan,” tudingnya. (eki)