KUNINGAN (MASS) – DT Peduli Kuningan bersama IDI, PPNI, PDGI, IBI dan RSUD 45 serta RS Linggarjati, memberangkatkan 3 tenaga kesehatan (nakes) untuk membantu di rumah sakit darurat dalam penanggulangan bencana di Aceh.
Rencananya, 3 nakes yang terdiri dari dokter bedah, perawat dan farmasi itu akan berangkat malam ini, Senin (5/1/2026) sekitar pukul 20.35 WIB dan tiba sebelum tengah malam.
Adapun 3 tenaga kesehatan yang bertolak ke Aceh adalah Dr dr Asep Hermana SpB FINACS MM, Br Agus Kuat Santoso Amd.Kep, dan Apt Zainudin S Farm. Rencananya, nakes Kuningan akan ada di Aceh selama 14 hari kedepan.
“Jadi berangkat malam ini ke Bandara Soekarno-Hatta. Insya’allah nanti penerbangan jam 08.35. Insya’allah mudah-mudahan jam 11.55 kita nyampe di Banda Aceh,” kata dr Asep Hermana.
Ketua IDI Kuningan itu mengatakan, sesampainya di Banda Aceh, pihaknya juga akan prepare dan membelanjakan beberapa keperluan yang tidak dibeli di Kuningan atau di Bandung seperti halnya kelengkapan susu buat anak-anak.
“Apa saja misi dari Kabupaten Kuningan? yaitu untuk membersamai sahabat-sahabat kita yang terkena musibah. Khususnya kita akan turun serta di rumah sakit darurat, khususnya di kamar operasi,” kata Asep.
Hal itu sejalan dengan keahlian ketiga tenaga medis tersebut. Dokter Asep merupakan ahli bedah, Agus K Santoso juga perawat kamar bedah, Zainudin ahli obat-obatan.
Dokter Asep mengaku, dari Kuningan pihaknya membawa obat-obatan yang berkaitan dengan keperluan operasi, obat bius, antiobiotik, dan perawatan luka, serta obat generik dan obat patent.
“Karena di sana juga ada beberapa kasus infeksi mungkin yang tidak bisa ditangani dengan obat-obat standar begitu,” ujarnya.
Dokter Asep mengapresiasi dukungan DT Peduli, organisasi Nakes dan rumah sakit daerah, sehingga pihaknya bisa beranhkat ke Aceh untuk dua agenda utama.
Pertama adalah pengobatan, terutama tindakan operasi. kemudian agenda kedua adalah surveillance mobiling. Nantinya ada beberapa titik yang mungkin akan kita kunjungi.
“Ini (mobilling) penting karena untuk pemetaan, karena kita akan melakukan pemetaan untuk pembuatan program lanjutan. Karena nggak mungkin kita hanya untuk satu kali saja,” kata dokter Asep. (eki)








