KUNINGAN (MASS) – Dari 20 kandidat pimpinan BAZNAS Kuningan, 1 diantaranya dianggap gugur atau mundur, karena tidak hadir dalam Test Kemampuan Dasar (TKD) metode Computer Assisted Test (CAT) pada Rabu (4/2/2026) kemarin.
Kandidat yang dianggap gugur itu adalah Dr Iim Suryahim. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Ketua Tim Seleksi, H Toni Kusumanto AP M Si, kala diwawancara pada Kamis (5/1/2026).
Dikatakan Toni, tahapan seleksi sendiri masih berlanjut hingga 7-8 Februari besok. Sejauh ini, selain TKD CAT, 19 kandidat juga sudah mengikuti seleksi penulisan makalah.
“Sekarang lagi koreksi (makalag) untuk dinilai. (Tapi total nilai) Baru nanti Sabtu Minggu wawancara diakumulasi,” ungkapnya.
Ditanya soal mundurnya Dr Iim Suryahim, Toni mengaku yang bersangkutan tidak memberi alasan resmi ke panitia, hanya saja saat waktu test tidak hadir. Tapi kabarnya, waktu pelaksanaan test, Dr Iim tengah ada kegiatan organisasi.
“(Dari 19 calon pimpinan yang ikuti seleksi) Nanti kta akan sampaikan nilainya. Nantinya 10 besar diajukan ke BAZNAS Pusat seleksi lagi, nanti rekomendasi dari BAZNAS pusat disampaikan ke Bupati,” ungkapnya.
Diamininya, ideal jika apa yang direkomendasikan BAZNAS pusat serupa dengan yang dipilih Bupati.
“Kalo yang menentukan terakhir Bupati dengan Keputusan Bupati setelah ada rekomendasi BAZNAS, aetelah assesmen,” ujarnya, sambil mengiyakan bisa saja ada kemungkinan, ada beda antara rekomendasi BAZNAS pusat dan kehendak Bupati.
“Yang 10 orang itu punya kans jadi pimpinan (BAZNAS), kan kemungkinan di tengah perjalanan naudzubillah ada yang meninggal (halangan tetap) atau mengundurkan diri nanti diganti oleh dibawahnya, PAW,” kata Toni, meminjam istilah yang lumrah dalam pergantian legislatif. (eki)







