KUNINGAN (MASS) – Meski keterbatasan fisik, khususnya penglihatan -tunanetra-, karir Dr Elon Carlan cukup moncer sebagai birokrat. Sempat loncat ke Staf Ahli, Dr Elon kini menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan.
Bukan tanpa alasan kenapa jabatan Kepala Disdikbud dianggap paling “seksi” diantara eselon 2 lainnya. Disdikbud, membawahi ratusan sekolah dengan jumlah guru dan murid yang sangat banyak. Â Dan sekarang, urusan yang banyak itu ditanggungjawabi Dr Elon Carlan. Meski ada yang ragu karena keterbatasannya, sebaguan banyak juga yang kagum karena kepiawan Elon.
Fenomena tunanetra menjadi Kepala Diadikbud ini, meski sangat jarang, ternyata bukan yang pertama kali. Itu diungkap langsung oleh Elon Carlan, dalam Podcast Kuningan Mass, Sabtu (21/2/2026) kemarin.
“Yang pertama tentunya rasa syukurlah secara pribadi atas kepercayaan Pak Bupati Kuningan, Pak Dr H Dian Rahmat Yanuar MSi kepada saya, nah itu mungkin amanah beliau, keputusan beliau, walaupun hakikatnya semuanya yang namanya jabatan ya qadarallah semuanya sudah ada takdir,” kata Elon di awal-awal Podcast.
Saat itulah, Elon juga bercerita kenapa jabatan Kepala Disdikbud ini begitu spesial untuk dirinya secara pribadi, bahkan terobsesi.
“Kalo bicara tentang pendidikan, saya waktu masih SD itu suka di perpustakaan ada buku bacaan yang menceritakan kejadian di Mesir tahun 1950 pada waktu itu masih sistem kerajaan. Rajanya namanya Al Faruq, dan si raja itu mengangkat seorang tunanetra yang nama Taha Hussain untuk menjadi Menteri Pendidikan,” kata Elon.
“Nah, membaca buku secara itu saya juga terobsesi secara cita-cita bahwa ya saya harus mirip sejarah seperti itu, dulu masa kecil saya begitu. Sehingga dalam perjalanan hidup saya itu lebih banyak memang bergelut di pendidikan. Saya bikin yayasan, saya penggiat pendidikan walaupun banyak kebanyakan memang di pendidikan luar biasalah untuk memperhatikan teman-teman senasib,” imbuhnya lagi.
Tentu tidak ujug-ujug Elon bisa jadi Kepala Disdikbud. Sebagai birokrat, kata Elon, bagaimanapun seorang bawahan itu kan harus mengikuti apa yang dipercayakan oleh pimpinan. Meski begitu, secara pengalaman Elon juga berdinas di Disdikbud saat masih merintis karir. Saat itu, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, jadi Kepala Disdikbudnya dan Elon sebagi Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan DIKMAS).
Elon menjabat sebagai Kabid selama 2 tahun bersama Dian Rahmat Yanuar yang melesat menjadi Sekda Kuningan. Kemudian, 5 tahun setelah jadi Kabid, Elon ikut open bidding, seleksi untuk menjadi eselon 2/kepala dinas. “Dan alhamdulillah memang, (setelah ikut seleksi) lulus (jadi Kepala) Dinas Ketenagakerjaan dan Tramigrasi kan begitu. Ya, kepercayaan itu saya jalani lah,” cerita Elon.
Setelah menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Tramigrasi, Elon sempat dipindah jadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disporapar). Lalu saat awal Dian menjadi Bupati, Elon juga secara mengagetkan dipindah ke Staf Ahli.
“Orang berpikiran staf ahli itu kan jabatan yang hukuman gitu kan. hukuman kan gitu. Tapi bagi saya enggak gitu. Justru saya akan merasa makin dekat dengan Pak Bupati karena jabatan saya juga staf ahli bupati kan begitu. Itu saya manfaatkan betul untuk saya memberikan pemikiran gagasan. Jadi artinya persepsi bahwa stali itu enggak ada kerjaan itu bohong begitu,” tegas Elon.
Di sela-sela menjabat sebagai Staf Ahli, Elon juga diberi amanah oleh Bupati mengisi beberapa jabatan yang kosong. Elon sempat ditugasi jadi Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol). Saat itu, Elon mengaku jadi semakin dekat dengan Bupati karena ada urusan forum koordinasi pimpinan daerah, ormas, LSM, kondusivitas intelijen daerah dan lain sebagainya.
Sekitar satu bulan lebih di Bakesbangpol, Elon kemudian dipercaya lagi oleh Bupati untuk mengisi posisi Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagperin), menyusul pensiunnya Kepala Dinas Trisman Supriatna. Elon mengaku menikmati semua perjalanan, dan melaksanakan amanah sebaik mungkin.
“Ya, tiba-tiba memang berkembang persepsi bahwa pasca Pa Uu (Kusmana) jadi Sekda, (katanya) yang layak jadi Kadisdin (Kepala Disdikbu) seorang Elon Charlan kan begitu? Tapi kan bagi saya kesemuanya kalau jabatan itu amanah pimpinan kan? Jadi ya didengarkan, dijalani aja lah,” cerita Elon.
“Dan alhamdulillah memang ternyata tanggal 13 Februari kemarin, Pak Bupati betul-betul mengambil sumpah jabatan saya untuk menjadi Kadisikud yang definitive. Ya tentunya rasa haru, bahagia, sedih apalah begitu ya. Tapi yang paling penting saya sangat hormat kepada Pak Bupati karena menjadi inspirasi bagi kepala daerah yang lain karena ruang-ruang disabilitas di Indonesia itu belum begitu besar seperti di Kuningan,” imbuhnya lagi.
Elon juga berharap, dengan Bupati Dian memberikan amanah jabatan strategis pada dirinya yang notabenenya kekurangan secara penglihatan, dapat menginspirasi para kepala daerah di Nusantara. (eki)
















