KUNINGAN (MASS) – Buntut polemik pengolahan air yang dilakukan PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan ke luar daerah, bahkan sampai ditegur dengan SP-3 oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung, membuat banyak pihak angkat bicara. Salah satunya pengamat kebijakan publik Soejarwo, yang juga Ketua F-Tekkad.
Mulanya, Mang Ewo -sapaan akrabnya-, meminta Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, lebih berhati-hati dan juga teliti saat menerima laporan baik dari staf atau anak buah lainnya, terutama yang terkait hal yang sangat sensitif.
Ia mencontohkan, teguran keras BBWS Cimanuk Cisanggarung tidak boleh dianggap remeh. Apalagi sejauh ini, Bupati terkesan menjadi “bemper” PAM Kuningan.
“Reaksi yang disampaikan BBWS tentunya didasarkan pada fakta yang cukup valid versi mereka. Sangat tidak mungkin Lembaga setingkat BBWS akan mengeluarkan reaksi yang cukup ‘keras’, jika mereka tidak berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggung- jawabkan,” kata Mang Ewo, Jumat (6/2/2026).
Selain saran untuk Bupati Kuningan, Mang Ewo juga meminta Direktur PAM Kuningan, Dr Ukas Suharfaputra, mengakui semua kekurangan serta segera melakuka pembenahan pada semua aspek kekurangan tersebut.
“(Pak Direktur harusnya) Tidak melakukan blunder yang berujung pada menurunnya kredibilitas Pimpinan Daerah (Bupati),” pesan Ewo, mendalam.
Dan yang tidak kalah penting, lanjut Ewo di akhir, di momen seperti ini fungsi Dewan Pengawas (Dewas) juga harus dioptimalkan, sehingga tak muncul kesan bahwa keberadaan Dewas sekedar untuk pemenuhan ‘sarat’ saja. (eki)







