KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan segera mengumumkan hasil wawancara akhir calon Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Kuningan. Saat ini, proses masih dalam tahap rekapitulasi nilai dan penyusunan Surat Keputusan (SK).
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Kuningan, Rinekawati Soelaeman SHut MT MPP, menyampaikan hasil wawancara yang dilaksanakan bersama Bupati Kuningan telah selesai dilakukan dan sudah memiliki penilaian.
“Hasilnya secepatnya, nanti kita lihat, soalnya lagi proses SK-nya. Sekarang sudah ada nilainya, tetapi belum bisa dipublikasikan karena masih dalam proses rekap dulu, masih ada acara yang ditandatangani ada pengajuan SK. Setelah itu baru bisa diumumkan,” ujar Rinekawati, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, dalam wawancara akhir tersebut, Bupati menilai para kandidat berdasarkan kompetensi, inovasi yang ditawarkan, serta kemampuan melihat peluang kerja sama.
“Bupati selama wawancara pasti sudah bisa menangkap yang mana. Kalau tugas kami sampai tiga besar, selanjutnya beliau,” tuturnya.
Pemerintah daerah menargetkan direktur terpilih mampu melakukan pembenahan internal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu fokus utama adalah membangun kerja sama bisnis.
“Ada targetnya, (PAD yang harus di dapat?), kalau dari Pak Bupati, tahun pertama Rp1 miliar, dan tahun berikutnya harus meningkat,” ungkap Rinekawati.
Menurutnya, sistem target harus jelas dan terukur, bukan sekadar persentase dari laba yang nilainya belum pasti. Dengan target nominal, kinerja perusahaan dapat lebih terarah dan akuntabel.
Lebih lanjut, Rinekawati menyampaikan saat ini PDAU mengelola enam objek wisata di Kabupaten Kuningan. Namun, tingginya biaya operasional menjadi tantangan utama karena belum mampu menghasilkan keuntungan signifikan bagi daerah.
Selain itu, PDAU juga masih memiliki utang kepada pegawai sekitar Rp550 juta yang belum terselesaikan sejak beberapa tahun lalu. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi direktur baru.
“Ini ada tata kelola yang harus dibersihkan, itu jadi tantangan direktur yang baru. Yang utama itu selain pembenahan internal, kedepannya juga harus mampu membangun kerja sama, jangan mengandalkan modal yang dipindahkan,” tegasnya.
Ke depan, Pemkab Kuningan berharap PDAU dapat berkembang menjadi holding company, dengan unit-unit bisnis yang bisa dikerjasamakan melalui mekanisme seleksi atau beauty contest.
Tidak hanya terbatas pada enam objek wisata yang ada, PDAU juga didorong untuk melakukan ekspansi usaha di berbagai sektor seperti pertanian, pangan, hingga konstruksi, sesuai dengan semangat “aneka usaha”. (didin)








