Dapur MBG Rentan, Kecamatan Cigugur dan Cilimus Rencanakan Pelatihan Mitigasi Kebakaran

KUNINGAN (MASS) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah lama berjalan kini tengah menjadi perhatian serius, terutama dari sisi keamanan dan tingginya risiko kebakaran di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) mengingat aktivitas memasak yang dilakukan dalam skala besar.

Tingginya intensitas produksi makanan setiap harinya membuat dapur-dapur ini bekerja ekstra keras dengan penggunaan kompor dan gas yang terus-menerus. Kondisi ini menjadi rawan kebakaran jika tidak dibarengi dengan mitigasi yang tepat.

Namun, hingga saat ini, langkah antisipasi yang nyata seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) penanganan kebakaran bagi para petugas dapur di beberapa Kecamatan termasuk Cigugur dan Cilimus masih dalam tahap perencanaan. Saat dikonfirmasi pada Senin (27/4/2026), pihak kecamatan menyatakan upaya tersebut masih dalam tahap pembicaraan awal.

Camat Cigugur, Yono Rahmansyah, menjelaskan pihaknya sudah mulai menjalin komunikasi dengan pengelola SPPG di wilayahnya terkait persoalan ini.

“Untuk itu, sudah dikomunikasikan dengan pihak SPPG Kecamatan Cigugur. Insya Allah nanti dirancang untuk pelaksanaannya, nembe diskusi awal” ungkapnya.

Begitupun juga dengan kecamatan Cilimus, Ade Bunyamin menyebutkan minggu ini akan mengumpulkan semua SPPG dan mitra. Ia menegaskan beberapa cari yang lalu juga sudah membicarakan kapitan denga hal itu denna korcam.

“Akan ada bimtekngya, minggu ini mau dikumpulkan semua SPPG dan Mitra, keamarin sudah dibrolkan juga dengan Korcam,” tuturnya.

Kekhawatiran ini sejalan dengan peringatan yang disampaikan oleh Kepala UPTD Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah. Ia menyebutkan aktivitas di dapur MBG memiliki risiko bahaya yang sangat tinggi. Hal ini terlihat dari besarnya porsi makanan yang dimasak yang mencerminkan beban kerja alat-alat masak yang luar biasa berat.

“Jadi penyampaian pencegahan kebakaran berhubungan dengan dapur MBG itu memang aktivitas produksinya itu sangat tinggi, dari porsi juga kan udah ketauan. Jadi sangat berbahaya untuk terjadinya kebakaran, jadi dengan cara ini kita mudah mudahan bisa menjadi ilmu bekal pencegahan kebakaran supaya tidak hal yang diinginkan itu tidak terjadi,” tuturnya. (raqib)