Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Village

Curhatan Kades, Tiap Ada Bimtek Desa “Diperkosa”

KUNINGAN (MASS)- Meski hanya bisa pasrah, sebenarnya banyak kades yang berteriak dengan digelarnya Bimtek.

Selain masalah materi yang normatif, juga ajang Bimtek juga seperti ajang “pemerkosaan”.

“Kemarin baru beres di Semarang. Sekarang harus ikut di Bandung karena pihak kecamatan mewajibkan desa. Kalau seperti ini sama dengan desa “diperkosa”,” ujar Kades yang wanti-wanti namanya tidak disebutkan itu kepada kuninganmass.com, Selasa (26/10/2021).  

Terkait materi khusunya Bimtek di Bandung tentang produk hukum desa sebetulnya pengulangan saja, karena materi itu normatif saja.

“Hanya saja ada kejanggalan, Bimtek kali ini tidak melalui prosedural. Perusahaan swasta bisa menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan dinas dan desa,” sebutnya.

Dikatakan, desa tidak mendapatkan surat resmi dari DPMD atau kecamatan, hanya mendapatkan surat dari perusahaan penyelenggara.

“Sekali lagi Desa selalu diperkosa. Lebih bahaya lagi kalau desa menikmati diperkosa oleh keadaan, dampaknya sistemik bisa jadi korupsi berjamaah,” tandasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia melanjutkan,  hampir semua kepala desa bungkam dengan keadaan saat ini. Ia menemukan perahu yang ritmenya sama, ada di PPDI.

Sementara itu, seperti diketahui terkait Bimtek Kabid Pemdes DPMD  Kuningan H Ahmad Faruq yang mewakali Kadis DPMD Dudi Pahrudin MSi ketika  dikonfirmasi  mengaku tidak tahu persisnya berapa jumlah desa yang berangkat ke Bandung.

“Duka tah teu faham desa-desa mana bae nu ka Bandung,” jawabnya saat ditanya, apakah desa yang menggelar Pilkades ikut berangkat atau tidak, Senin (25/10/2021) sore

Faruq menyebut, agenda Bimtek ini merupakan aspirasi dari bawah. Karenanya, dirinya mempersilahkan untuk bertanya ke Apdesi.

Sementara itu, Ketua Apdesi Linawarman sendiri kala ditanya perihal Bimtek, juga hanya menerangkan sekilas bahwa pihaknya hanya jadi moderator.

“Pelaksana mah pihak ketiga,” ujar Linawarman

Sekadar informasi biaya per peserta adalah Rp3.750.000. Satu desa diwajibkan mengirimkan tiga orang. Sedaangkan jumlah desa di Kuningan ada 361 desa.(eki)

Advertisement. Scroll to continue reading.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Kuningan

Berita Terbaru

PD

PKB

Advertisement

PAM

Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Religious

KUNINGAN (MASS) – 🗓Senin, 14 Jumadil Akhir 1443 H / 17 Januari 2022 M 🍂🌻 Hikmah Hari Ini🌻🍂 📚Orang Bijak Bertutur: ‏ثلاثُ ضُيوف يأتون...

Lifestyle

KUNINGAN (MASS) – Kontes ajang menyanyi Kuningan Superstar (KSS) kini masuk babak baru. Setelah kemarin pada Minggu (16/3/2022) diaelenggaeakan Battle Time dari 40 peserta,...

Headline

KUNINGAN (MASS)- Lengah sedikit maling langsung beraksi. Hal ini setidaknya terjadi di Desa Cileuleuy Kecamatan Cigugur, pada Minggu (16/1/2022) malam atau bada magrib, dimana...

Government

KUNINGAN (MASS)-  Selain menetapkan program unggulan, hasil raker Korpri di Kabubaten Subang menghasilkan uang sumbangan Rp25 juta. Uang itu untuk pembangunan musala Al-Furqan Korpi...

Advertisement