Calon Pengurus OSHK Ikuti Sekolah Kepemimpinan

KUNINGAN (MASS) – Menyiapkan generasi pemimpin yang berkarakter, visioner, dan mampu membawa perubahan positif menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan santri di Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sekolah Kepemimpinan Santri yang diselenggarakan oleh Bagian Orsan Pembinaan Putra Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

Mengangkat tema “Pemuda Hari Ini”, kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (22/7/2026), bertempat di Gedung Serbaguna (GSG) Usamah bin Zaid. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300-an santri kelas XI yang merupakan calon pengurus Organisasi Santri Husnul Khotimah (OSHK).

Kegiatan tersebut turut dihadiri dan dibuka oleh Mudir Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kiyai Mulyadin, Lc., MH. Dalam sambutannya, ia memberikan motivasi kepada para santri kelas XI agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menerima amanah kepemimpinan di lingkungan pesantren.

Mulyadin menekankan bahwa menjadi pengurus OSHK bukan sekadar mendapatkan posisi atau jabatan, melainkan merupakan sebuah amanah dan proses pembelajaran. Para calon pengurus diharapkan mampu menjadikan kesempatan tersebut sebagai ruang untuk belajar bertanggung jawab, membangun komunikasi, bekerja sama, serta memberikan pelayanan terbaik bagi sesama santri.

Kiyai Mulyadin juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan. Karena itu, para calon pengurus OSHK diharapkan memiliki integritas, kedisiplinan, akhlak yang baik, serta kesungguhan dalam menjalankan setiap tugas yang diamanahkan.

Menurutnya, kepemimpinan yang baik tidak hanya diukur dari kemampuan seseorang dalam mengatur orang lain, tetapi juga dari kemampuan untuk mengelola diri sendiri, memberikan contoh yang baik, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi lingkungan di sekitarnya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi utama yang menghadirkan Jundi Al Muhandis, alumni Husnul Khotimah angkatan ke-26, sebagai pemateri. Dalam kesempatan tersebut, Jundi membagikan pengalaman dan wawasan kepada para calon pengurus OSHK mengenai kepemimpinan dan manajemen organisasi, khususnya bagaimana membangun serta mengelola perubahan agar organisasi mampu menjawab berbagai tantangan zaman dan memberikan kebermanfaatan bagi seluruh anggotanya.

“Hari ini kita berdiskusi bersama dengan tiga ratusan calon pengurus OSHK. Kita membahas bagaimana membangun perubahan dan memanajemen perubahan agar bisa menjawab berbagai tantangan dan membawa kebermanfaatan bagi organisasi dan orang-orang di dalamnya,” ungkap Jundi.

Menurutnya, menjadi bagian dari kepengurusan OSHK bukanlah sekadar sebuah kebanggaan atau kemewahan. Amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati demi kebaikan banyak orang.

“Sadari bahwa apa yang teman-teman tanggung di pundak sekarang bukan hanya sebuah kemewahan, apalagi sesuatu yang bisa teman-teman banggakan begitu saja. Tapi adalah sebuah tanggung jawab yang harus teman-teman laksanakan dengan hati dan pikiran yang sepenuhnya untuk kebaikan banyak orang,” pesannya kepada para calon pengurus OSHK.

Jundi juga mengingatkan bahwa menjalankan amanah organisasi bukanlah sesuatu yang mudah. Dalam prosesnya, para calon pengurus akan menghadapi berbagai tantangan dan lika-liku. Namun, setiap proses tersebut diyakini akan menjadi pengalaman berharga yang dapat memberikan manfaat bagi perjalanan mereka di masa depan.

“Semangat ini bukan hal yang mudah pastinya. Tapi sedikit banyak, kemudahan maupun lika-liku yang dirasakan pasti akan membawa manfaat dan pengalaman yang penting untuk masa depan teman-teman semua,” tuturnya.

Kegiatan Sekolah Kepemimpinan Santri ini menjadi bagian dari proses kaderisasi dan pembekalan bagi calon pengurus OSHK. Melalui kegiatan tersebut, para santri kelas XI diharapkan tidak hanya memahami teori kepemimpinan dan manajemen organisasi, tetapi juga memiliki kesiapan mental untuk menerima amanah dan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.

Pembekalan ini juga menjadi momentum bagi para calon pemimpin muda untuk membangun kesadaran bahwa kepemimpinan sejatinya bukan tentang posisi dan kebanggaan, melainkan tentang pengabdian, tanggung jawab, keteladanan, dan kebermanfaatan.

Dengan semangat “Pemuda Hari Ini”, ratusan calon pengurus OSHK diharapkan mampu mempersiapkan diri menjadi generasi yang siap menghadapi perubahan, mampu mengelola organisasi dengan baik, serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan pesantren dan masyarakat.

Dari santri hari ini, dipersiapkan pemimpin masa depan. Dari amanah yang dijalankan dengan hati, lahir perubahan yang memberi arti. (deden/AB)