KUNINGAN (MASS) – Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, membuka sayembara bagi warga Jawa Barat, untuk menangkap maling, copet, jambret begal dan sejenisnya.
Sayembara KDM itu diumumkannya melalui akun media sosial pribadinya, merespon maraknya aksi kriminalitas di wilayah Provinsi Jawa Barat.
“Saya memberikan sayembara yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok, kami siapkan hadiah dari Rp 5-50 juta,” ucapnya, baru-baru ini.
Ia memberi syarat, melumpuhkan aksi maling itu dengan memastikan pelaku kejahatan dalam keadaan hidup dan diserahkan ke kepolisian.
Selain sayembara, KDM mengaku akan terus berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya untuk siaga. Sisi lain, ia juga meminta warga waspada dan aktif menjaga lingkungan.
Meski terdengar “menyenangkan” bagi warga, mahasiswa Jogja asal Kuningan, Nurkholik, mengingatkan KDM agar tak sembarangan membuat sayembara seperti itu.
Pasalnya, sayembara yang diumumkan KDM, justru kesannya Gubernur tidak begitu percaya aparat keamanan, serta membuka peluang untuk membolehkan aksi main hakim sendiri oleh warga, asal pelaku masih tetap hidup.
“Mungkin tujuan ajakan KDM itu baik, tapi kan malah rawan disalahartikan,” sebutnya, Senin (27/7/2026).
Nurkholik bilang, dengan pemimpin tertinggi yang buka sayembara soal keamanan, warga memang mungkin makin kreatif menjaga keamanan. Tapi resikonya, warga awam menormalkan aksi main hakim sendiri.
“Kalo cuma nangkap mungkin masih oke. Tapi kan masyarakat awam itu sederhana. Dikiranya kalo ada gelagat maling, boleh seenaknya, memukul menghajar. Bahkan kita tahu, ada yang sampai tewas diamuk massa,” ucapnya.
“Terus kalo salah tangkap, gimana? Atau sengaja, aksinya pura-pura karena nguber hadiah sayembara? Kan kurang baik,” imbuhnya lagi.
Terakhir, Nurkholik mengimbau agar KDM cukup mengintensifkan koordinasi dnegan pihak keamanan, dan mengajak warga berpartisipasi aktif. Sayembara KDM, justru dinilainya malah menjadi “opset”. Uang sayembara, sarannya, alokasikan untuk membuat sistem CCTV canggih, menambah penerangan di tempat gelap/rawan begal, atau sistem pendukung lainnya seperti intensif siskamling. (eki)