KUNINGAN (MASS) – Pemasukan pajak dari sektor pariwisata di Kabupaten Kuningan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2025. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kuningan, Laksono Dwi Putranto, menjelaskan peningkatan ini sejalan dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung baik dari dalam maupun luar kota terlebih di akhir tahun kemarin.
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi peningkatan pemasukan pajak adalah meningkatnya okupansi hotel-hotel di Kuningan selama libur Natal dan Tahun Baru tahun 2025. Hal ini terjadi pada berbagai kategori hotel, mulai dari bintang satu hingga bintang tiga, serta rumah penginapan dan wisma.
“Kondisi ini memberikan dampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuningan,” ungkap Laksono, baru-baru ini.
Menurut laporan penerimaan pajak yang diperoleh dari Bapenda, pajak yang berasal dari hotel pada tahun 2025 tercatat menghasilkan angka sekitar Rp 7,7 Miliar. Angka ini mencakup pajak hotel, pajak losmen, pajak wisma, dan pajak dari rumah penginapan.
“Ini menunjukkan bahwa sektor penginapan menjadi salah satu penyumbang penting pendapatan pajak di kuningan dengan capaian melampaui target 104,06%,” tandasnya.
Tidak hanya dari pajak pariwisata, pajak makanan dan minuman juga menunjukkan hasil yang baik dengan pencapaian sekitar Rp18,87 miliar.
“Kami sangat senang bisa mencapai target ini, yang menunjukkan bahwa sektor makanan dan minuman juga menjadi bagian penting dari pendapatan daerah,” papar Laksono.
Meningkatnya jumlah wisatawan dan okupansi penginapan memang merupakan kabar baik bagi industri pariwisata di Kuningan. Ia menambahkan penanganan dan pengelolaan yang baik dalam sektor pariwisata sangat penting supaya pendapatan daerah dapat terus meningkat di kemudian hari.
“Iya kami akan berusaha untuk memberikan dukungan yang diperlukan bagi pengembangan sektor pariwisata,” pungkasnya. (raqib)







