KUNINGAN (MASS) – Bergulirnya isu keretakan diantara Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si – Tuti Andriani SH MKn, dibantah langsung oleh pimpinan tertinggi di Kabupaten Kuningan.
Bupati Dian membantah adanya disharmonisasi antara orang nomor 1 dan orang nomor 2. Bahkan, Dian juga mengaku heran kenapa ada isu tersebut.
“Gak ada itu, tadi pagi juga sarapan bareng. Itu yang beritain darimana, gak ada (keretakan),” ucapnya, pasca menghadiri acara di Erion Space, Minggu (24/8/2026) kemarin.
Kata Pengamat, Partai dan Anggota Legislatif soal Isu Keretakan
Sebelumnya, isu keretakan Bupati dan Wabup disorot pengamat. Menurut Ketua F Tekkad Soejarwo, isu keretakan itu harusnya segera diclearkan agar tidak menganggu pembangunan.
“Jika isue disharmonisasi dibiarkan tumbuh menjadi isue liar, tentunya yang sangat dirugikan adalah masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Sementara Ketua Partai Demokrat Kuningan, H Lili Suherli, serta anggota Fraksi Demokrat Kuningan mulai dari Reni Parlina, Ikah Nurbarkah hingga Rudi Permana, juga memilih sama-sama no komen akan hal tersebut.
Ketua Demokrat beserta anggota Fraksi Demokrat, ditanya hal itu disela-sela kegiatan HUT Partai Demokrat yang diperingati pada hari yang sama, Minggu (23/8/2026) kemarin, sesaat sebelum acara Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 di Erion Space yang dihadiri Bupati.
Meski dibantah langsung Bupati, isu keretakan antara orang pertama dan kedua di Pemerintah memang kerap menjadi isu. Baik itu di daerah bahkan sampai nasional, isu tersebut hampir selalu muncul, terutama di periode pertama.
Khusus di Kabupaten Kuningan, isu serupa juga sempat muncul di era kepemimpinan sebelumnya, bahkan sampai ada drama mengembalikan mobil dinas.
Isu keretakan muncul biasanya karena alasan mirip, biasanya soal penugasan dan akomodasi kepentingan yang dianggap kurang bagi satu pihak, atau sebaliknya karena kecurigaan “curi start” penggalangan massa di pihak lain. (eki)