KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyatakan rencana pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Kuningan telah masuk dalam tahap perencanaan dan dijadwalkan akan dieksekusi pada rentang waktu 2028–2030.
Menurutnya pembangunan tol dari Tasikmalaya hingga Cirebon dimaksudkan untuk mengurai kemacetan di jalur utama yang selama ini kerap tersendat, terutama pada musim mudik dan arus balik.
Bupati menyebutkan rencana tol tersebut masuk dalam kawasan Rebana dan telah dibahas secara intens pada tingkat provinsi. Ia menyebutkan pembahasan mengenai koridor tol yang diperkirakan akan membelah wilayah Kuningan, dari Ciperna menuju Tasikmalaya, Ciamis, hingga Banjar.
“Itu sudah masuk dalam desain perencanaan, karena kita masuk pada kawasan rebana ya ini kalau tidak salah pernah dibahas dalam pembahasan rapat khusus tol di Bandung. Kalau tidak salah mulai 2028-2030. Ya rencana itu jalan tol akan membelah Kuningan dari Ciperna sampai mungkin ke Tasik dan Ciamis dan Banjar,” tuturnya saat di wawancara kuninganmass.com di Terminal Tipe A Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung, Rabu (25/3/2026).
Meski demikian, Dian mengakui detail trase atau jalur yang semula melewati Kuningan bagian barat ini masih menjadi ranah ahli dan instansi terkait. Ia menyebutkan teknis perencanaan termasuk rute diserahkan kepada para ahli dan pihak terkait.
“Yang pasti ada orang yang lebih pintar. Mereka ahlinya dalam transportasi darat, ahlinya dalam konstruksi itu,” tambahnya.
Terkait jadwal, Bupati menyebut pelaksanaan pembangunan berada pada kisaran 2028 hingga 2030. Ia juga berharap proses pembebasan lahan dan tahapan administrasi lainnya bisa berjalan cepat agar realisasi proyek dapat dipercepat.
“Mungkin kita berdoa secepatnya ya. Saya sih inginnya mungkin di bawah tahun 2030 ya. Tapi itu pembahasan, di tahun 2028-2029 mulai pembebasan,” pungkasnya. (raqib)













