Ini yang Akan Dikenang Dari KH Abdul Azis Anwar Nawawi

KUNINGAN (MASS)- Tidak terasa sudah 12 hari KH Abdul Aziz Anbar Nawawi meninggal.  Sebagian orang merasa Ketua MUI Kuningan itu masih ada. Namun, begitu mengikuti tahlilan mereka baru sadar kiai yang kharismatik itu sudah dipanggil Allah.

Dikenal sebagai orang baik bukan hanya pada saat di makamkan orang yang mengantar jumlahnya ribuan, pada saat tahlilan pun membludak. Bahkan, hingga saat ini jumlah yang datang ke makamnya untuk mendokan selalu ada setiap hari.

Bupati Kuningan H Acep Purnama mengaku semua kehilangan sosok kiai kharismatik. Bagi Kuningan sumbangsihnya sangat banyak dan yang bakal dikenang adalah Gerbang Mas atau  gerakan pengembangan membaca quran di masyarakat. Selain itu juga Pesantran Lapas.

“Dengan Gerbang Mas hasilnya sangat terasa. Sedangkan Pesantren Lapas membuat para Napi merasa tidak sendiri. Mereka merasa terlahir kembali dan ini merupakan kesuksesan karena bisa menekan angka kriminalitas,” jelas Acep.

Diterangkan, meski semua kehilangan. Namun semua  harus iklas karena sebagai manusia yang beriman. Semua sama-sama mendoakan almahurm diberikan tempat yang mulia disisi Allah.

Sementara itu, Muhajir Affandi  MKom anak pertama dari KH Abdul Azis mengaku, ada hal menarik yang baru ia ketahui ketika orang tuanya meninggal yakni ada orang yang datang menceritakan pengalamannya bahwa pada malam hari setelah almarhum meninggal, justru ia datang menjenguk sudaranya yang meninggal.

“Pak Kiai itu datang ke saudara saya yang dirawat di Rumah Sakit  dan banyak saksinya. Usai dijenguk saudara saya itu meninggal. Begitu ada kabar Pak Kiai meninggal saya kaget karena barusan baru menengok,” ujar Affan menirikuan ucapan orang yang datang ke rumahnya.

Sekadar mengingatkan, KH Abdul Aziz Anbar Nawawi meninggal dunia pada Rabu (13/11/2019) malam sekitar pukul 22.35 WIB. Almarhum selama ini menjabat Ketua  Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Kuningan.

Ulama kharismatik itu pada hari Senin sempat dilarikan ke IGD RS Wijaya Kusuma karena mengalami struk ringan dan sempat koma. Sebelumnya dilarikan ke Cirebon tapi rumah sakit penuh sehingga dibawa pulang lagi ke Kuningan.

Pada tanggal 22 Oktober juga sempat di rawat di Cirebon dan  kondisinya membaik. Almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah dan dekat dengan siapa saja termasuk wartawan sehingga kabar meninggalnya mantan anggota dari PKB ini mengagetkan.

Pendiri Pondok Pesantren Nurul Huda Kelurahan Windusengkahan Kecamatan Kuningan itu menjabat sebagai Ketua MUI Kuningan sejak tahun 2015 . Terobosan yang paling dikenal adalah  membangun Ponpes di Lapas dan hal ini sangat berhasil karena para napi merasa menjadi ‘manusia’ kembali.

Selain menjabat Ketua MUI, almarhum juga pernah menjadi Anggota DPRD. Lalu, menjabat sebagai Rois Syuriah PCNU Kuningan ini. Pernah juga menjabat Ketua dan Sekretaris Dewan Syuro serta pernah menjadi Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kuningan. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com