Gunakan Jalan Alternatif, Pengendara Keluhkan Banyaknya “Pak Ogah”

KUNINGAN (Mass)- Amblasnya jalan nasional di Desa Kawahmanuk Kecamatan Darma membuat pengendara yang akan menuju Kecamatatan Cikijing Kabupaten Majalengka menggunakan jalan alternatif. Namun sayangnya, selama menggunakan jalur alternatif itu pengendara merasa kurang nyaman.

Rasa kurang nyaman pengendara bukan karena ruas jalan yang sempit. Namun, karena banyaknya “Pak Ogah” disetiap titik yang dilewati.

“Saya kemarin pulang dari wilayah Ciamis ketika melintas ke jalan alternatif Cageur-Jagara sepanjang jalan “dipalak”. Bukan masalah besar kecilnya tetapi mengganggu,” ucap Aef kepada kuninganmass.com, Rabu (22/2/2017).

Aef mengaku, lebih dari 10 titik yang meminta kepada dirinya. Meski hanya Rp2000 namun dengan 10 titik maka uang dikeluarkan Rp20 ribu.  Itu hanya satu mobil bagaimana jumlah  kalau ratusan tentu sangat besar.

Bukan hanya Aef namun juga keluhaan diutarakan oleh H Munawar. Menurut dia, yang membuatnya geram adalah terjadinya pemaksakan.

“Saya mohon kepada pihak Dishub untuk menertibkan. Kata bupati warga yang melintas harus dibanu ini malah dipalak. Malu dengan sikap seperti ini karena akan membuat Kuningan tercoreng,” jelasnya.

Sementara itu, Kaur Pemerintahan Desa Jagara Kecamatan Darma Ujang Supriatno, tidak menampik banyaknya “Pak Ogah”. Tapi, pihak desa tidak pernah memerintahkan. Bahkan, camat sudah membuat surat edaran kepada setiap desa agar menerjunkan linmas untuk membantu mengatur lalu lintas.

“Dalam surat edaran itu juga dilarang melakukan pungli. Memang baru-baru ini terjadi longsor di Jagara sehingga arus harus dibuka tutup. Namun, kami tetap tegaskan jangan memaksa,” jelasnya. (agus)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com