Bantuan Sembako Hanya Bagi Warga yang Sangat Miskin

KUNINGAN (MASS)- Warga Kuningan saat ini banyak berbondong-bondong menyerbu Kantor Kepala Desa. Hal ini menyusul ada pesan berantai yang mereka terima.

Pesan itu  berisi  “Warga Kabupaten Kuningan tercinta, Barangkali ada Saudara, Tetangga, warga sangat miskin yang mengalami kesulitan pangan dan terdampak wabah Corona, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bekerjasama dengan Aliansi Komunitas Sosial Kuningan Lawan Corona memberikan paket Sembako dengan cara : mengirim data, Nama, Alamat dan Photo Via WhatsApp ke No : 0823-1010-0606 (Amar).

Ketika Kuninganmmass.com mengkonfirmsikan hal ini kepada Amar, ia membenarkannya. Amar mengaku banyak yang sudah menghubunginya. Tapi tentu yang menerima bantuan akan diverivikasi dulu dan tanpa harus mengumpulakn KTP.

“Kita mah tanpa KTP dan KK . Untuk tahap awal kita berikan bantuan untuk warga sangat miskin, yakni mereka yang sudah benar-benar tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan. Bahkan tidak ada lagi yang bisa dijual,” jelasnya kepada kuninganmass,com, Jumat (3/4/2020).

Ia mengaku, kedepanya yang terdampak corona dan sudah tidak punya tabungan dan barang yang dijula maka mereka pun akan diberikan bantuan. Tapi  Tapi untuk tahap awal  yang benar-benar miskin dan tidak ada yag bisa dijual untuk makan.

Amar mengaku, bagi yang sudah diverifikasi maka bantuan akan  diantar ke rumah . Adapun bantuannya adalah Beras dari Distan (Pemda). Pelengkap lain seperti mie instan, minyak goreng dan lainnya itu dari gotong royong masyarakat yang berhasil dihimpun komunitas

“Jadi intinya, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian mewakili Pemda merasa khawatir ada yang benar-benar krisis pangan dalam kondisi ini. Untuk itu merangkul komunitas sosial yang ada di kabupaten Kuningan untuk menjaring di lapangan,” jelasnya.

Komunitas menjaring mereka yang sangat rawan pangan diantaranya lanjut usia, sakit keras, lumpuh, tidak ada yang mebiayai hidup, tak ada barang yang untuk dijual membeli beras. Intinya benar-benar tidak tak berdaya dan biasa hidup dari belas kasihan orang lain.

“Karena hidup dari belas kasihan orang lain, dengan kondisi ini khawatir yang biasa membantu mengalami kesulitan. Untuk itu kita dari komunitas berjuang keras agar jangan sampai ada dari saudara kita yang benar-benar tidak makan,” ujarnya lagi.

Mengenai komunitas yang terlibat dalam program ini adalah Jaring Pengaman Ummat (JPU), Ma’had Taufiq Mubarok, Maharddikeka, Tina Wiryawati Center (TWC), Sobat 97. Lalu,  Baksos 00, Red Peci Squad, Pekat IB Rescue, Sedekah Rombongan (SR), Gerakan Peduli Sosial (GPS)

“Sudah ada yang disalurkan. Dan masih terus berjalan pendataan dan pendistribusian. Bagi ingin membantu dan ikut bergotong-royong bisa transfer ke nomor Rekening : BRI 427401022224530
an. Icih Suarsih,” tambahnya.

Pihaknya  melayani jasa Jemput Donasi bagi yang ingin berpartisipasi dalam bentuk barang, atau bisa diantarkan langsung ke Sekertariat yang beralamat di  Komplek Ma’had Taufiq Mubarok Blok Pasir Kuda, Desa Sidaraja, Kec. Ciawigebang, Kab. Kuningan – Jawa Barat. (agus)