9 Tahun Tak Digunakan, Ini Sejarah Bangunan Eks RS Citra Ibu

KUNINGAN (MASS)-  Begitu Bupati Kuningan Acep Purnama memutuskan eks bangunan RS Bersalin Citra Ibu dijadikan Rumah Sakit Khusus untuk penanganan pasien corona, beragam komentar bermunculan. Banyak yang memuji gerak cepat orang nomor satu di kota kuda.

Disisi lain ada yang khawatir dekat permukiman sehingga takut terpapar virus ke warga andai ada pasien positif. Bahkan, ada komentar unik yakni masalah bangunan yang sudah lama tak dihuni sehingga banyak hantunya dan akan mengganggu pasien.

baca berita sebelumnaya: https://kuninganmass.com/government/2-minggu-rs-khusus-pasien-corona-ditargetkan-kelar/

kuninganmass.com sendiri mencoba mengungkap sejarah bangunan yang luasnya hampir 3.000 meter persegi itu. Bangunan ini dibangun tahun 2003 dan merupakan milik dr Yusmindar.

Rumah sakit ini menurut pengakuan penjaga bangunan eks RS Citra Ibu Wawan, digunakan pada tahun  2007-2011. Pada saat proses pembangunan ada salah satu pekerja yang terjatuh dan meninggal.

“Kalau yang saya tahu bukan enam tahun tapi 9 tahun tidak diisi dari tahun 2011. Bangunan ini sudah berpindah tangan ke tiga orang dan saat ini milik H Gufron,” jelas Wawan kepada kuninganmass.com, Minggu (22/3/2020).

Memang lanjut dia, pada saat 9 tahun itu selalu ada perbaikan tapi tidak diisi. Karena tempat ini selalu ditawarkan untuk dijual maka selalu ada yang datang untuk melihat.

“Bangunannya masih kokoh, airnya masih bersih karena dulunya bekas situ dan ada mata air. Kamar ada 28 ruang dan berlantai empat,” tandas Wawan yang diamini Juli.

Terkait bangunan menjadi sarang hantu Wawan tidak menampik setiap bangunan kosong ada penghuninya. Bahkan, rumah yang diisi pun bisa ada hantunya. Selama merasa tidak diusik maka mereka tidak ada mengusik.

“Kalau yang gebrag-gebruk mah ada saja. Bahkan, sepupu saya pernah bebersih bersama bapaknya,  merasakan  justru seperti banyak orang yang bekerja, padahal ia mengetahui rumah sakit sudah tidak beropersi,” ujarnya.

Selain pengalaman itu, ada tetangga yang menyimpan mobil di lahan parkir eks rumah sakit, karena rumahnya di dalam gang. Pada saat mau pulang ia menyalakan mobil, justru yang berbunyi bukan suara mesin mobil tapi suara kunti lanak yang tengah tertawa.

“Kontan tetangga saya berlari ke rumah saya. Ia hanya bisa duduk tanpa bisa berkata apa-apa karena shock. Setelah sadar ia  menceritakan pengalamanya,” ujar Wawan dengan wajah tersenyum.

Wawan yang mengaku Ketua Tekab DPW Kuningan menjelaskan, sebagai penjaga ia selalu rutin mengontrol bangunan. Terkait bangunan dijadikan rumah sakit menyambut baik agar bagunan tidak kosong. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com