Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Ketua DPD PSI Kabupaten Kuningan Asep Susan Sonjaya Suparman alias Asep Papay. (Foto: Dok PSI)

Pemerintahan

Acungi Jempol Ke Pemda Bereskan Warisan Gagal Bayar, PSI Heran Ketua DPRD  Seolah-olah Lepas Tangan

KUNINGAN (MASS) – Ketua PSI Kabupaten Kuningan Asep S Sunjaya atau yang akrab disapa Asep Papay, mengacungi jempol dan mengajak semua pihak apresiasi Pemerintah Kabupaten Kuningan yang berhasil menutup Tahun Anggaran 2025 dengan menyelesaikan beban utang tunda bayar, yang disebutknya merupakan warisan periode sebelumnya.

Namun, kata Papay, di tengah upaya pemulihan fiskal daerah, langkah ini justru tercoreng oleh pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdi, yang dianggap bersifat kontradiktif dan berpotensi menyesatkan ruang publik.

“Pernyataan Ketua DPRD terkait isu gagal bayar sangat disesalkan. Sebab dalam struktur tata kelola keuangan daerah, Ketua DPRD bukanlah pihak di luar sistem, melainkan aktor kunci yang ikut menyetujui dan mengesahkan seluruh kebijakan anggaran, termasuk APBD, APBD Perubahan, serta skema pembiayaan daerah yang kini dipersoalkan oleh beliau,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).

“Menjadi tidak elok ketika Ketua DPRD kemudian mengambil posisi seolah-olah berada di luar tanggung jawab kolektif, padahal seluruh keputusan strategis anggaran merupakan produk bersama DPRD yang dipimpin langsung oleh beliau sendiri,” sebutnya.

Jika pernyataan tersebut diklaim sebagai sikap pribadi, kata Papay, maka publik justru semakin berhak bertanya: bagaimana mungkin sikap “pribadi” dilepaskan dari jabatan ketua DPRD dan ketua Partai Politik, yang di dalamnya melekat fraksi serta Alat Kelengkapan Dewan yang secara struktural dan politis ikut bertanggung jawab atas setiap keputusan anggaran daerah?

“Di sisi lain, membaca pernyataan Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan, pak Deden yang  menegaskan bahwa skema pinjaman daerah jangka menengah untuk penyelesaian tunda bayar telah melalui mekanisme formal, dibahas bersama DPRD, serta disetujui dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025. Artinya, seluruh proses tersebut telah diverifikasi, dilegitimasi, dan dinyatakan sah oleh DPRD sendiri,” kata Papay.

Oleh karena itu, lanjutnya, menjadi tidak rasional apabila Ketua DPRD kemudian membangun narasi seolah-olah pinjaman daerah dan skema pembiayaan tersebut berada di luar tanggung jawab kelembagaan DPRD.

“Kami menegaskan bahwa persoalan gagal bayar bukanlah ruang untuk saling lempar tanggung jawab, tetapi merupakan tanggung jawab politik dan moral bersama antara eksekutif dan legislatif. DPRD tidak bisa mengambil jarak dari produk kebijakan yang mereka sahkan sendiri,” ujar Papay lugas.

Menurutnya, publik berhak atas kejujuran politik, bukan manuver narasi yang berpotensi mengaburkan fakta, melemahkan akuntabilitas, dan merusak kepercayaan rakyat terhadap lembaga perwakilan. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan, Muhammad Naufal Haris, menyoroti penurunan dana transfer pusat sebesar Rp 111,4 miliar pada...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Kabar tidak menyenangkan datang dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. Pasalnya, di tengah fenomena gagal bayar ini, potensi pendapatan Kuningan bakal berkurang lagi....

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Fraksi PKS DPRD Kabupaten Kuningan meminta Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si menjamin anggaran pendidikan dan kesehatan. Hal...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Memasuki paruh kedua tahun 2025, masyarakat Kabupaten Kuningan kembali dihadapkan pada kabar yang patut menjadi perhatian serius: realisasi pendapatan dan belanja...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten yang digelar Jumat (4/7/2025) siang, Fraksi PKB dalam Pandangan Umum (PU)-nya secara khusus menyoroti kinerja BUMD...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan Deden Kurniawan AKs SE M Si, dalam video yang disebar di media sosial, menjelaskan penyelesaian tunda bayar...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kuningan menyoroti penggunaan APBD Kabupaten Kuningan tahun 2024 berkaitan dengan hasil pemeriksaan BPK-RI, yang seperti diketahui berujung...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, H Dwi Basyuni Lc, mengaku pihaknya sebagai legislative, sudah diberitahu oleh Bupati Kuningan soal wacana pinjaman...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pasca Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si dan Tuti Andriani SH MKn dilantik pada Kamis (20/2/2025) kemarin, euforia di masyarakat...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Politikus muda Kuningan Imam M. Agung Fauzy memberikan pandangannya terkait masalah Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di...

Politik

KUNINGAN (MASS) – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan nomor urut 2, Ridho-Kamdan, berjanji akan peduli terhadap dunia pendidikan pesantren dan dunia keagamaan....

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Dr Drs Iip Hidayat M Pd bertugas sebagai Pj Bupati Kuningan selama kurang lebih 11 bulan. Selama itu, Iip mengaku sudah...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pengamat Politik, Hukum dan Pemerintahan, Abdul Haris SH, angkat bicara soal wacana siapa yang cocok menjabat sebagai Pj Bupati Kuningan pasca...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Masa jabatan kepala daerah di kabupaten kuningan akan segera berakhir tinggal menghitung hari kepemimpinan Acep-Ridho. Pertanyaannya siapa yang akan menjadi PJ...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Fakta baru soal gagal bayar APBD TA 2022, terungkap pasca digelarnya Rapat Paripurna oleh DPRD Kabupaten Kuningan, Selasa (13/6/2023) kemarin. Pasalnya,...

Headline

KUNINGAN (MASS) – DPRD Kabupaten Kuningan, menuding penyebab gagal bayar karena adanya target pendapatan yang tidak terukur secara rasional. Hal itu, disampaikan juru bicara...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Praktisi Hukum Dadan Somantri Indra Santana SH, memberikan pandangannya kala dipinta pendapat soal gagal bayar oleh Pansus Tunda Bayar, Kamis (11/5/2023)...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Janji Pemkab Kuningan untuk menyelesaikan pembayaran Gagal Bayar APBD TA 2022 di bulan April, meleset. Pasalnya, di bulan Mei ternyata masih...

Headline

KUNINGAN (MASS) – SK personalia dan tugas Pansus Tunda Bayar APBD TA 2022, ternyata sempat “kadaluarsa”. Pasalnya, dalam SK pimpinan, tugas Pansus harusnya bisa...

Politik

KUNINGAN (MASS) – Petang ini, Selasa (11/4/2023) ini, 4 fraksi DPRD Kabuoaten Kuningan nampak mengikuti buka bersama yang diikuti pimpinan partai dan pimpinan DPRD....

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kepala Desa Jagara Kecamatan Darma Umar Hidayat turut mengomentari kinerja pansus Tunda Bayar Pemkab Kuningan 2022 yang digagas DPRD beberapa waktu...

Politik

KUNINGAN (MASS) – Meski sampai sekarang tahapan Pansus Tunda Bayar APBD 2022 yang bersifat tertutup belum menunjukkan hasil, nampaknya agenda lain tetap berlanjut. Bahkan,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – BPKAD dan Bappenda Kabupaten Kuningan nampak memenuhi undangan Pansus Tunda Bayar APBD 2022 yang diinisiasi DPRD Kabupaten Kuningan, Selasa (21/2/2023) siang....

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pansus Gagal Bayar, atau yang secara definitif dinamai Pansus Tunda Bayar APBD Tahun 2022, hari ini, Selasa (21/2/2023) siang, agendanya akan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Meski sudah penyampaian fraksi, Rapat Paripurna DPRD soal Gagal Bayar APBD TA 2022, berlangsung alot, Rabu (15/2/2023) sore. Pasalnya, meski sudah...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Rapat Paripurna pembentukan Pansus Gagal Bayar APBD TA 2022 tak kunjung dimulai. Meski diagendakan pukul 13.00 WIB, rapat baru dimulai sekitar...