Hadirkan Sultan Sepuh hingga Sandy Tumiwa; Ngaji Budaya MAPA EXPO 2026 Tak Hanya Merawat Budaya, Ajak Generasi Muda Tebar Empati dan Hentikan Bullying

KUNINGAN (MASS) – Madrasah Aliyah Plus Ar Ruhama menyelenggarakan kegiatan Ngaji Budaya MAPA EXPO 2026 pada Kamis (29/10/2026) kemarin di Gedung Olahraga Yayasan Islam Ar Ruhama. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi, apresiasi budaya, dan penguatan karakter generasi muda melalui perpaduan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, kepedulian lingkungan, serta kampanye anti-perundungan (bullying).

Mengusung tema “Harmoni Akulturasi: Merawat Budaya, Menjaga Lingkungan, Menebar Empati, Hentikan Bullying”, acara ini menghadirkan semangat kolaborasi antara pendidikan, kebudayaan, dan pembentukan karakter generasi muda yang ilmiah, Quraniyah, serta berakhlakul karimah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Islam Ar Ruhama, KH. Dr. Alfan Syafi’i, Lc., M.Pd.I., beserta jajaran pengurus yayasan dan kepala lembaga pendidikan di lingkungan Yayasan Islam Ar Ruhama, yang meliputi TK, MI, MTs, dan MA. Hadir Juga Pengawas Pembina Madrasah Aliyah HJ. Uul Ulfah Fauziah.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Ngaji Budaya, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., S.H., M.H., selaku Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja, serta KH. Rd. Mujahid Abdul Jabbar, Lc., Al Hafidz, Pimpinan Pondok Pihin Nur Madany. Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan perspektif kebudayaan dan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda.

Acara ini juga dihadiri oleh artis nasional Sandy Tumiwa, yang turut menambah daya tarik kegiatan. Sementara itu, antusiasme peserta terlihat dari kehadiran para murid MTs, SMP, dan pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan.

Partisipasi para pelajar dari beragam lembaga pendidikan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperluas wawasan, serta membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga warisan budaya dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

“Melalui Ngaji Budaya, para peserta diajak memahami bahwa kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan warisan nilai yang perlu dirawat, dipelajari, dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Akulturasi budaya juga menjadi sarana untuk menanamkan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun harmoni di tengah keberagaman masyarakat,” kata Pengawas Pembina Madrasah Aliyah HJ. Uul Ulfah Fauziah.

Selain mengangkat kekayaan budaya, lanjutnya, melalui kegiatan ini juga ditegaskan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dan gerakan menghentikan bullying. Generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual dan kemampuan berprestasi, tetapi juga mempunyai empati, kepedulian sosial, serta keberanian untuk menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan.

“Bagi Madrasah Aliyah Plus Ar Ruhama, MAPA EXPO 2026 merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang tidak terbatas pada ruang kelas. Melalui kegiatan kreatif, edukatif, dan kolaboratif, madrasah berupaya membentuk generasi yang mampu memadukan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, Al-Qur’an, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya lagi.

Kehadiran tokoh kebudayaan, ulama, pengurus yayasan, jajaran kepala lembaga, artis nasional, serta para pelajar dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Kabupaten Kuningan diharapkan memperkuat sinergi dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berbudaya, peduli lingkungan, dan berani menolak perundungan.

IA menegaskan, Ngaji Budaya MAPA EXPO 2026 bukan sekadar perayaan budaya, melainkan ikhtiar bersama untuk merawat warisan leluhur, meneguhkan nilai-nilai keislaman, menebarkan empati, dan membangun masa depan generasi muda yang lebih beradab. (eki)