KUNINGAN (MASS) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Institut Islam Kuningan (INSTIKU) baru saja menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) IV pada Sabtu – Minggu (24–25/10/2026) kemarin di Villa Rumah Qur’an Al-Wahid, Desa Bandorasa, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
Bertajuk “Ngamumule Intelektualitas, Nenjerkeun Integritas, Ngahudangkeun Jiwa Pergerakan”, MAPABA-IV diharapkan tidak sekadar menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenal PMII, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan nalar kritis, dan peneguhan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan.
Hal itulah yang disampaikan Ketua Komisariat PK PMII Institut Islam Kuningan M Fakhri Fahrurroji. Ia menjelaskan bahwa kegiatan MAPABA ini merupakan fondasi awal dalam membangun kesadaran ideologis dan tanggung jawab kader terhadap organisasi, kampus, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan MAPABA bisa melahirkan kader yang tidak hanya unggul dalam pemikiran, tetapi juga memiliki keberanian moral, kepekaan sosial, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.
“MAPABA bukan sekadar agenda penerimaan anggota baru, melainkan langkah awal untuk membentuk manusia yang berkarakter, berpikir kritis, dan memiliki keberpihakan terhadap persoalan masyarakat. Kami berharap sahabat-sahabat yang telah mengikuti MAPABA-IV tidak berhenti pada status sebagai anggota, tetapi terus tumbuh menjadi kader yang mampu merawat intelektualitas, menjaga integritas, dan menghidupkan nilai-nilai pergerakan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Dikatakan, keberlanjutan kaderisasi menjadi tanggung jawab bersama. Organisasi harus menjadi ruang yang sehat bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan membangun keberanian dalam menyampaikan kebenaran secara bertanggung jawab.
Terpisah, Ketua Pelaksana MAPABA-IV PK PMII Institut Islam Kuningan Muhammad Daris Mubarok menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan panjang dalam dunia pergerakan.
“Kami menyadari bahwa MAPABA ini bukanlah garis akhir, melainkan garis awal dari perjalanan panjang seorang kader. Harapan kami, setiap peserta membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman dan pengetahuan, tetapi juga kesadaran bahwa menjadi kader berarti siap belajar, siap berproses, dan siap mengabdi. Jangan hanya bangga menjadi bagian dari PMII, tetapi buktikan bahwa kehadiran kita membawa manfaat bagi kampus, masyarakat, dan bangsa,” jelasnya.
Ia juga berterima kasih kepada seluruh panitia, pemateri, pengurus, kader, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Pelaksanaan MAPABA-IV, kata Daris, menjadi bagian dari ikhtiar PMII Komisariat Institut Islam Kuningan dalam memperkuat tradisi kaderisasi yang berorientasi pada pembentukan insan ulul albab: kader yang mampu memadukan kedalaman spiritual, keluasan intelektual, dan kematangan sosial. (eki)
