KUNINGAN (MASS) – Melalui program JURAGAN + AI (Jurnalis Anak Sekolahan yang Makin Cerdas!) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kuningan Kabupaten Kuningan terus melakukan edukasi tentang literasi digital, jurnalistik dan pemanfaatan kecerdasan buatan kepada para siswa. Teranyar kegiatan dilakukan di SMP Negeri 2 Kuningan pada pekan kemarin.
Dalam kegiatannya, pengurus PWI mengenalkan pada para siswa dengan pengetahuan tentang produksi konten digital, pemeriksaan fakta, serta pentingnya bersikap kritis saat menerima dan menyebarkan informasi. Tidak hanya itu, PWI juga mengenalkan ancaman kejahatan siber di ruang digital yang perlu diwaspadai.
PWI mewanti-wanti berbagai risiko di internet, termasuk penipuan daring, penyebaran informasi palsu, pencurian data pribadi, dan penyalahgunaan akun media sosial. Para siswa diberi pengertian bahwa bahwa informasi atau tautan yang beredar di ruang digital tidak selalu aman dan dapat dipercaya.
Ketua PWI Kabupaten Kuningan, Nunung Khazanah, menjelaskan bahwa program JURAGAN + AI dirancang untuk mengenalkan keterampilan jurnalistik dan mendorong pelajar menjadi pengguna teknologi yang cerdas serta bertanggung jawab.
“Melalui program JURAGAN + AI, kami ingin mengenalkan dunia jurnalistik kepada pelajar sekaligus membekali mereka dengan keterampilan memproduksi konten digital. Siswa juga perlu memahami pentingnya memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi agar tidak ikut menyebarkan hoaks,” demikian draf kutipan yang perlu dikonfirmasi kepada Nunung Khazanah sebelum diterbitkan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada mobile journalism, penulisan berita sesuai kaidah jurnalistik, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pemeriksaan fakta.
Melalui materi jurnalistik, pelajar belajar menyampaikan informasi secara akurat dan membedakan fakta dari informasi yang belum terverifikasi. Sementara itu, pemanfaatan AI diperkenalkan sebagai alat bantu untuk mengembangkan ide dan menyunting konten, bukan sebagai pengganti proses pemeriksaan kebenaran informasi.
Kewaspadaan terhadap kejahatan siber juga perlu diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, seperti tidak membagikan kata sandi atau kode verifikasi kepada orang lain, membatasi penyebaran data pribadi, serta tidak sembarangan membuka tautan maupun mengunduh berkas dari sumber yang tidak dikenal.
Sementara, Kepala SMPN 2 Kuningan, Dr. Ariyanto, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Ustaz Eman Sulaeman, S.Ag., mengapresiasi kegiatan literasi digital yang digagas PWI Kabupaten Kuningan.
“Kami mengapresiasi PWI Kabupaten Kuningan yang telah memberikan edukasi literasi digital kepada siswa SMPN 2 Kuningan. Materi jurnalistik dan pemanfaatan kecerdasan buatan ini diharapkan menambah wawasan siswa, sehingga mereka lebih bijak menggunakan teknologi, mampu memilah informasi, dan menghasilkan konten yang positif,” ujar Eman, Senin 26 Oktober 2026.
Menurutnya, pelajar perlu memiliki kemampuan untuk menilai informasi sekaligus memahami risiko penggunaan teknologi digital agar tidak mudah terjebak dalam penyalahgunaan ruang siber.
“Literasi digital menjadi bekal penting bagi siswa dalam mengikuti perkembangan teknologi. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong siswa lebih kritis dalam menerima informasi, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta mengembangkan kreativitas untuk hal-hal yang bermanfaat,” kata Ariyanto.
Kedepan PWI Kabupaten Kuningan menjadwalkan kelanjutan program JURAGAN + AI pada November 2026 di dua sekolah berbeda, dengan sasaran pelajar tingkat SMP dan SMA. Program ini diharapkan memperkuat pemahaman pelajar mengenai keamanan dan etika digital, sekaligus membangun kebiasaan memeriksa fakta sebelum memproduksi maupun menyebarkan informasi di ruang publik. (eki)
