KUNINGAN (MASS) – Panggung Pemilihan Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan 2026 resmi melahirkan pemenang baru. Sosok pemuda berbakat, Raden Aurel Aditya Kusumawaningyun, berhasil menyabet gelar kehormatan sebagai Jajaka Pinilih dan menyatakan diri siap jadi penggerak wisata dan budaya.
Pemuda berusia 21 tahun asal Desa Cipondok, Kecamatan Kadugede ini membawa warna baru bagi dunia pariwisata dan kebudayaan di Kota Kuda. Latar belakang pendidikannya cukup unik untuk seorang duta wisata.
Ia yang masih berkuliah S1 Teknik Informatika dari Telkom University Purwokerto yang memiliki kegemaran jogging, membaca buku, hingga mendengarkan podcast. Tak hanya unggul di bidang akademis, ia juga dikenal sangat aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial.
“Alhamdulillah saat ini aktif menjalani perkuliahan di Prodi Teknik Informatika di Tel-U Purwokerto,suka jogging, baca buku dan dengerin podcast,” tuturnya saat diwawancara kuninganmass.com Senin (19/10/2026).
Ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI PT Telkom University serta aktif menjadi relawan pendidikan di Sekolah Alam Bratakasian. Aurel mengungkapkan visinya secara realistis dan membumi sebagai Jajaka Pinilih.
Ia menegaskan tidak ingin memberikan janji manis yang bombastis, seperti melipatgandakan angka kunjungan wisatawan tanpa memperhitungkan kapasitas dirinya.
“Sebagai Jajaka Pinilih tentunya saya tidak akan mengatakan saya akan meningkatkan pengunjung dari 3,5 juta menjadi 7 juta selama setahun, karena sebagai Jajaka saya sadari kapasitas saya adalah menjadi penggerak, penghubung, dan promotor,” ujarnya.
Perannya difokuskan untuk meningkatkan daya dukung daerah agar target menjadikan Kuningan sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional dapat terwujud secara bertahap.
“Tentunya untuk program karena saya dinaungi oleh paguyuban, saya akan mengidentifikasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk merencanakan dan meneguhkan program untuk mendukung pemajuan dalam tiga sektor utama,” paparnya.
Tiga sektor utama yang menjadi pilar fokusnya meliputi penguatan ekonomi kreatif, pelestarian kebudayaan lokal, serta pengembangan sektor pariwisata. Saat ini, pemuda yang memegang prinsip hidup ‘percaya pada proses’ ini tengah menyibukkan diri pada kegiatan pemberdayaan kepemudaan dan literasi.
“Fokus saya di kegiatan kepemudaan terkhusus di bidang pendidikan literasi yang saya fokuskan pada dasar literasi ke-6 yaitu literasi budaya dan kewargaan,” tambahnya.
Melalui pendekatan tersebut, ia memadukan aksi sosial kemasyarakatan dengan upaya mengenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal sebagai magnet daya tarik wisata Kuningan.
“Jangan pernah merasa cukup atas pencapaianmu, hidup ini dinamis dan selalu ada hal lampau untuk kita perbaiki dan ada hal baru untuk kita pelajari,” pungkasnya. (raqib)
