KUNINGAN(MASS) – Kabar kepulangan lima pemain andalan Pesik Kuningan Nano Supriatna, Jaka, Rio Hardianto, Gian Farhan, dan Zia sempat memicu spekulasi dan kehebohan di kalangan pecinta sepak bola lokal. Unggahan cerita (story) di media sosial milik para pemain yang terkesan berpamitan membuat warga menduga telah terjadi perombakan besar-besaran di tubuh Pesik.
Guna meluruskan kesimpangsiuran informasi tersebut, manajemen Pesik Kuningan memberikan klarifikasi resmi mengenai dinamika internal tim menjelang bergulirnya kompetisi resmi.
Abdul Majid menegaskan persiapan tim sejauh ini terus berjalan secara teknis untuk menyongsong kick-off Liga yang dijadwalkan pada 13 November mendatang.
“Saya menghargai dan terima kasih kepada teman-teman media sudah memberikan perhatiannya untuk Pesik Kuningan. Sejauh ini secara teknis Pesik Kuningan masih dalam proses ya,” ujarnya saat diwawancarai oleh Kuninganmass.com pada Sabtu (17/10/2026).
Ia mengungkapkan alasan manajemen sempat enggan buru-buru membeberkan informasi ke publik, yakni karena dinamika di dunia sepak bola yang sangat cepat berubah.
“Tapi sejauh ini juga di sepak bola kita itu per sekian detik berubah mas informasinya, jadi ketika kita memberikan informasi ini tahunya berubah, jadi saya khawatir,” tuturnya.
Terkait rumor hengkangnya lima pemain utama tersebut, Majid menegaskan kepulangan mereka bukan disebabkan oleh konflik internal, melainkan adanya urusan personal serta pekerjaan di luar lapangan.
Beberapa pemain harus mengurus laporan kedinasan di tempat kerja mereka seperti kantor PDAM, sementara sebagian lainnya perlu mengurus administrasi perkuliahan.
“Cuma saya sudah sampaikan juga ke ketua suporter terkait kepulangan lima pemain. Sebenarnya kemarin kepulangan mereka juga lagi prepare kan, mungkin mereka juga harus laporan kantor ya ke PDAM, terus ada juga ngurus kuliah, jadi pas gitu waktunya,” tuturnya.
Kendati demikian, pihak manajemen menyesalkan tindakan beberapa pemain yang mengunggah pesan berpamitan di media sosial hingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia mengaku sudah melayangkan teguran kepada para pemain terkait tindakan yang memicu salah paham publik tersebut.
“Cuma karena buat story itu, story-nya juga kayak izin pamit gitu ya, saya sudah tegur ke teman-teman yang untuk situasi yang seperti itu. Kan kita menjaga kondusifitas kita di masyarakat sepak bola,” tambahnya.
Majid menekankan bahwa dalam industri sepak bola profesional, keluar masuk pemain merupakan dinamika yang sangat lumrah demi memenuhi target besar klub untuk promosi ke kasta yang lebih tinggi.
“Kalau keluar masuk pemain itu normal mas, kita kan target promosi. Nama Kuningan lebih besar dari siapa pun,” pungkasnya. (raqib)
