CIREBON (MASS) – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cirebon dalam menjaga keandalan pasokan listrik kembali dibuktikan nyata. Sepanjang 11 hingga 14 September 2026, PLN UPT Cirebon sukses merampungkan pekerjaan besar dan strategis, yakni penggantian 13 MTU (Material Transmisi Utama) yang berlokasi di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500kV dan Gardu Induk (GI) 150kV Mandirancan.
Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk mitigasi atas peralatan yang mulai mengalami penurunan kondisi seiring tingginya mobilitas sistem kelistrikan. Penggantian ini menjadi pilar penting guna memastikan sistem penyaluran tenaga listrik di wilayah kerja UPT Cirebon tetap andal, aman, dan tanpa hambatan, sekaligus sebagai wujud kesiapan mengawal stabilitas energi menyongsong momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Manajer UPT Cirebon, Andi Setiawan, menegaskan bahwa peremajaan peralatan kritis ini merupakan bagian dari strategi proaktif PLN dalam mengamankan pasokan listrik jangka panjang.
“Penggantian 13 MTU kritis di GITET 500 kV dan GI 150 kV Mandirancan ini adalah langkah mitigasi yang esensial untuk mengantisipasi penurunan kondisi alat. Semangat gotong royong dan ketangguhan yang diwariskan dalam nilai-nilai Pancasila juga kamiimplementasikan di lapangan melalui kerja sama tim yang solid. Kami berkomitmen untuk selalu selangkah lebih maju dalam menjaga keandalan sistem penyaluran tenaga listrik di wilayah UPT Cirebon demi masyarakat,” ujar Andi Setiawan.
Pekerjaan penggantian MTU ini menuntut presisi tinggi dan koordinasi matang di lapangan. Rangkaian proses eksekusi dijalankan melalui tahapan yang ketat untuk memastikan zero accident dan keandalan optimal. Pekerjaan diawali dengan tahap persiapan menyeluruh, yang mencakup penyiapan perangkat, instrumen pendukung, kesiapan personel, hingga validasi kelengkapan dokumen kerja. Setelah itu, dilakukan manuver pembebasan tegangan guna memastikan area kerja berada dalam kondisi aman.
Sebelum roda pekerjaan berputar, seluruh personel yang terlibat—yang merupakan gabungan dari Tim Pemeliharaan ULTG Cirebon, JARDGITET Mandirancan, serta mitra kerja—wajib mengikuti safety briefing terpadu guna membedah potensi bahaya dan mempertegas poin-poin krusial pekerjaan.
Menutup rangkaian pekerjaan tersebut, Andi Setiawan turut mengapresiasi dedikasi seluruh tim yang terlibat di lapangan. “Kami menyampaikan apresiasi tinggi atas soliditas dan sinergi yang terjalin antara Tim Pemeliharaan ULTG Cirebon, JARDGITET Mandirancan, dan pihak vendor. Dengan tuntasnya pekerjaan ini, pasokan listrik kini menjadi jauh lebih andal dan aman. Ini adalah wujud nyata dedikasi insan PLN dalam menerjemahkan nilai pengabdian untuk negeri, agar roda perekonomian dan aktivitas masyarakat di Cirebon dan sekitarnya dapat terus berputar dengan stabil,” pungkas Andi. (eki/AB)
